This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 24 Agustus 2013

PRA SEJARAH MANUSIA

  1. A. Nisnas dan Manusia Prasejarah berdasarkan teori Darwin dan hubungannya dengan islam
Cuplikan catatan dari sumber literatur 4
Kisah Nisnas
Sudah adakah orang-orang terdahulu? - QS. 56:10 (Al Waaqi’ah),
Dan orang-orang terdahulu dari yang dahulu.

Kemanakah orang-orang terdahulu itu? - QS. 54:49 (Al Qamar),
Sesungguhnya Kami menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan kadar.

QS. 54:51 (Al Qamar), Makhluk serupa manusia
Dan sungguh telah Kami binasakan orang-orang yang serupa dengan kamu, maka apakah orang mau mengambil pelajaran?
Apakah ayat-ayat ini bisa disimpulkan untuk bangsa Nisnas? Apakah bangsa Nisnas yang awal berada di bumi adalah bangsa serupa manusia atau serupa jin?
Mungkin akan terlintas dalam benak kita sebuah pertanyaan seperti: Mengapa iblis bisa sampai berbaur dengan kelompok malaikat? Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa dahulu, sejak tujuh ribu tahun sebelum diciptakannya manusia, ada dua rumpun makhluk. Mereka adalah jin dan nisnas. Ketika Allah SWT ingin menciptakan makhluk baru, Allah mengangkat tabir-tabir langit dan berfirman kepada para malaikat, ”lihatlah para penghuni bumi dari kalangan makhluk-Ku; lihatlah jin dan nisnas.”

Ketika para malaikat menyaksikan dosa-dosa yang tengah diperbuat jin dan nisnas, para malaikat pun terkejut dan menganggap mereka tak ubahnya seperti monster. Para malaikat berkata,”Wahai Tuhan Engkau Mahamulia lagi Mahakuasa. Mereka itu lemah, eksistensi mereka berlangsung dengan topangan rezeki dari-Mu, namun mereka durhaka kepada-Mu, dan Engkau tidak menghukum mereka. ”Allah SWT berkata, ”Aku akan menciptakan makhluk yang akan menggantikan mereka di muka bumi dan menampilkan dari keturunannya para nabi dan hamba salih maupun para imam yang lurus yang akan Aku tunjuk sebagai penerus di muka bumi. Akan Aku bersihkan bumi-Ku dari Nisnas dan akan Aku buang kau tiran dari kalangan jin yang durhaka, sedangkan (jin lainnnya) Ku-izinkan mereka untuk tinggal di udara dan di seluruh bumi, dan Aku ciptakan satu tabir yang memisahkan jin dan ciptaan-Ku.”1Kisah itu diriwayatkan oleh Ali bin Ibrahim (shahib Tafsir al-Qummi) yang sanadnya sampai pada Imam Baqir as menukil keterangan Amirul Mukminin. Kisah lengkapnya dapat anda baca di Konsep Tuhan, hal. 294 karya Yasin al-Jibouri

Dari beberapa riwayat dapat disimpulkan bahwa sepertinya iblis dahulu ditugaskan di bumi yang dihuni oleh jin dan nisnas itu. Kemudian sebagaimana yang dicatat oleh Sayid Ali bin Thawus, mengutip sebuah lembaran catatan Nabi Idris as bahwa iblis (yang pada saat itu mungkin masih dikenal dengan nama azazel), memohon kepada Allah agar diselamatkan dari mereka, mungkin karena dia sudah tidak tahan melihat kedurhakaan mereka itu dan meminta supaya dibolehkan berbaur dengan para malaikat. Allah pun mengabulkan permintaannya.

Berikut ini sebuah riwayat dari Ibn Abbas yang dapat memberikan sedikit lebih gambaran akan apa yang dikerjakan iblis sebelum dia durhaka dan menjadi pembangkang, “Yang terdahulu menghuni bumi adalah jin. Mereka menebarkan kerusakan di muka bumi, saling menumpahkan darah dan saling membunuh. Kemudian Allah mengutus iblis, disertai dengan sepasukan malaikat, untuk membinasakan mereka. Iblis dan para malaikat yang menyertainya berhasil menjalankan tugas. Para jin tersebut berhasil dibuang ke pulau-pulau di tengah lautan dan ke gunung-gunung. Kesuksesan ini membuat iblis jadi bangga diri dan angkuh. Iblis berkata,‘aku telah berhasil mengerjakan sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan oleh siapa pun.’ Allah menyadari perasaan iblis itu, namun para malaikat yang menyertainya tidak menyadari hal itu.

Dari jauh iblis sudah menampakkan rasa hasutnya, yaitu saat manusia masih dalam proses penciptaan. Sayidina Hasan meriwayatkan dari ayahnya Amirul Mukminin, beliau berkata,’Ketika Allah hendak menciptakan Adam, Ia memerintahkan JIbril supaya mengambil segenggam tanah dari sari bumi yang kemudian dicampur dengan air tawar dan air asin, lalu tersusunlah tabiat-tabiat (kecenderungan manusia), sebelum Dia meniupkan roh ke dalamnya. Jadi Adam diciptakan dari sari tanah dan ditempatkan (di langit) seperti gunung besar. Masa itu iblis masih menjadi penjaga langit kelima, dia masuk ke dalam mulut Adam, dan keluar dari anusnya, lalu dia pukul perut Adam sambil berkata,’untuk apa kamu diciptakan? Andaikan Dia memposisikanmu di atasku, maka aku takkan mematuhimu, adapun kalau Dia memposisikanmu di bawahku, maka aku akan membantumu.’ Tubuh Adam itu pun tinggal di surga selama seribu tahun sampai akhirnya ditiupkan roh ke dalamnya ’”.2

Riwayat serupa yaitu dari Rasulullah SAW saat beliau menjawab pertanyaan Abdullah bin Salam tentang bagaimana Allah menciptakan Adam. Beliau bersabda, “Kepala dan dahi Adam diciptakan dari tanah Ka’bah, dada dan punggungnya dari tanah Yerusalem, pahanya dari tanah Yaman, kakinya dari tanah Mesir dan tanah Hijaz, tangan kanannya dari timur bumi, dan tangan kirinya dari barat bumi. Kemudian Allah menempatkannya di pintu gerbang surga. Kapan pun sekelompok malaikat melewatinya, mereka terkagum dan terpesona melihat keindahan dan postur tubuhnya. Para malaikat itu belum pernah melihat sesuatu yang seperti itu atau bahkan sesuatu yang mendekati keindahannya. Ketika Iblis melewatinya, Iblis melihatnya. Dan Iblis bertanya,’Apa tujuan kamu diciptakan?’ Lalu Iblis memukulnya, namun Iblis menyaksikan bahwa itu berlubang. Maka Iblis masuk ke dalam masuk ke dalam lewat mulutnya, kemudian keluar lewat bagian lainnya. Lalu Iblis berkata kepada malaikat, ‘Ini adalah satu makhluk berlubang yang tak dapat berdiri, juga tak dapat mempertahankan keutuhannya.’ Kemidian Iblis bertanya kepada para malaikat, ’Misal saja sesuatu ini lebih dimuliakan ketimbang kalian, maka apa yang kalian lakukan? ’ Para malaikat berkata, ‘Kami akan menaati perintah Tuhan kami.’ Iblis pun kemudian berkata kepada diri sendiri, ‘Demi Allah! Jika sesuatu ini lebih dimuliakan daripada aku, aku akan menggugat dan menentangnya. Namun kalau aku lebih dimuliakan daripadanya, aku akan membinasakannya’”3

Catatan kecil :
1 Kisah itu diriwayatkan oleh Ali bin Ibrahim (shahib Tafsir al-Qummi) yang sanadnya sampai pada Imam Baqir as menukil keterangan Amirul Mukminin. Kisah lengkapnya dapat anda baca di Konsep Tuhan, hal. 294 karya Yasin al-Jibouri.
2 Bihar al-Anwar, jil. 60. hal. 198.
3 Yasin Jibouri, Konsep Tuhan, hal. 300.
Cuplikan catatan dari sumber literatur 5
Disebutkan dalam Kitab-kitab bahwa ada orde Mahluk yang menghuni dan menguasai Bumi sebelum Orde Manusia. Konon dikatakan bahwa mahluk tersebut adalah Bangsa Jin dan Bangsa Nisnas. Bangsa Nisnas adalah makhluk hidup pertama di Bumi, mereka hidup satu masa dengan Jin, merekapun hidup satu masa dengan Dinosaurus, apabila anda sering baca-baca pasti anda bisa menemukan hal-hal yang ganjil pada jaman Dinosaurus, hanya ada satu manuskrip di dunia yang sedikit mengupas tentang hal ini, manuskrip ini sekarang tersimpan di suatu chapel di Swedia.
Bangsa Nisnas adalah bangsa yang besar yang musnah jauh sebelum Nabi Adam A.S. diturunkan ke Bumi. Bangsa Nisnas dipercaya hidup jauh di utara Bumi Dekat dengan Kutub Utara. Salah satu kota tempat terdapatnya peninggalan Bangsa Nisnas ini adalah Sbetzbergen, di kota inilah banyak terdapat peninggalan dari bangsa yang telah musnah ini, seperti lukisan-lukisan manusia bersayap ataupun mahluk setengah hewan. Mungkin pada jaman tersebut mahluk-mahluk setengah hewan memang eksis di Bumi ini, bahkan mungkin setelah Bangsa ini musnah sisa-sisa dari mereka yang bertahan dianggap dewa oleh orde manusia. Tak heran di berbagai penjuru dunia kita dapat menemukan berbagai artefak atau lukisan manusia setengah binatang bahkan di Indonesia sendiri terdapat artefak manusia setengah binatang seperti manusia Garuda.
Di salah satu candi di Jawa Tengah (berbentuk badan manusia dengan sayap dan kepala burung), sama dengan di Mesir dalam lukisan di dalam Pyramid (berbadan manusia berkepala burung). Atau mungkin mitologi dan legenda dahulunya adalah memang kenyataan, seperti Mitologi yunani yang banyak menyebut dan menggambarkan manusia setengah Hewan, atau legenda dari tanah Jawa yang menceritakan manusia setengah hewan (badan manusia kepalanya Anjing yang lazim di sebut Aul), hampir sama dengan Anubis dalam kepercayaan Mesir Kuno.
Sbetzbergen sendiri terletak dekat sekali dgn lingkar kutub, disana matahari hanya bersinar sekitar setengah bulan saja dalam satu tahun, jadi selebihnya gelap gulita, kegelapan tersebut hanya diterangi oleh Aurora Borealis. Banyak sekali peninggalan masa lalu yang tidak terlacak disana. Peninggalan-peninggalan masa lalu sebelum manusia menguasai Bumi. Konon dikisahkan bahwa Bangsa Nisnas ini adalah bangsa yang sangat maju. Bangsa Nisnas ini di berikan kemampuan luar biasa, akal dan pikiran mereka jauh melampaui manusia saat ini, satu kelebihan mereka yang sangat luar biasa yaitu mereka mempunyai kemampuan telepati yang sangat hebat, teknologi mereka sangat maju lebih dari teknologi pada saat ini, mereka telah membangun kota-kota yang sangat mengah dengan segala teknologi canggih dan tata kota yang sempurna.
Bangsa Nisnas mempunyai postur yang jauh lebih tinggi dari Manusia saat ini, tak heran kuil-kuil dan bangunan yang dibangun oleh mereka begitu besar dan megah. Ras mereka dibagi menjadi beberapa, ada yang sangat mirip dengan manusia namun memiliki sayap, ada yang berbadan manusia berkepala binatang ataupun sebaliknya. Karena kecongkakan, ego dan nafsu, mereka saling berperang antar sesamanya hingga akhirnya bangsa ini dihancurkan oleh Azazel (Azaziel) atas Perintah-Nya, dikarenakan mereka telah lupa atas tugas yang telah diberikan oleh-Nya, hampir semuanya musnah dalam pertempuran dengan pasukan langit yang dipimpin Azazel (Azaziel) yang tersisa hanya sedikit dari mereka dan peninggalan mereka, itupun hanya diketahui oleh manusia-manusia tertentu saja, selain di Sbetzbergen peninggalan merekapun ada di Swedia dan suatu kawasan di Asia.
Dengan kecongkakan, ego dan nafsu mereka terus berperang dengan sesamanya demi memperebutkan wilayah dan kekuasaan, dengan kemampuan akal dan penguasaan teknologi yang luar biasa maju mereka mampu menciptakan segala persenjataan yg melampaui jamannya, mereka telah menciptakan apa yg kita sebut sebagai nuklir, pesawat terbang dan teknik pengolahan dan peleburan logam yang nyaris sempurna (teknik ini ternyata ditemukan kembali di Damascus yang terkenal dengan pedang-pedangnya yang mempunyai ketajaman luar biasa tetapi sayangnya teknik ini kembali musnah dan tidak ditemukan kembali), dengan kemampuan inilah mereka berperang menindas sesamanya dimana yang lemah adalah mangsa bagi yang kuat, bumi hancur lebur dibuatnya, mereka telah melupakan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi ini, karena itulah Allah mengutus ribuan Malaikat yang dipimpin oleh Azazel (Azaziel / sebelum dia diusir oleh-Nya, ret: yaitu iblis yang akan diusir dari surga ) dan ribuan burung-burung neraka (phoenix), melihat kedatangan para pasukan langit, mereka sangat panik, musnahlah segala kesombongan akan pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai, yang ada hanyalah rasa penyesalan atas perbuatan yang telah mereka lakukan, namun terlambat, pasukan langit telah datang dan siap menghancurkan mereka, singkat cerita mereka dimusnahkan dari muka bumi ini untuk digantikan oleh Khalifah yang baru yaitu Adam A.S.
Namun sebagian ada yang dapat Bertahan dan melarikan diri dari serangan tersebut dan mereka pun menyebar untuk membentuk koloni dan membangun peradaban mereka kembali. Sebagian dari mereka yang berwujud manusia setengah ikan melarikan diri ke palung-palung laut yang paling dalam, mereka inilah yang sering kita dengar sebagai putri/putra duyung mereka membangun peradaban mereka kembali di bawah laut dengan kota-kota yang tidak kalah canggihnya dengan kota mereka yang telah hancur sebelumya, sedangkan sebagian dari mereka yang bertubuh manusia setengah binatang dan mereka yang mempunyai bentuk seperti manusia tetapi memiliki sayap saling membantu untuk membangun peradaban baru, mereka berpencar dan berjanji untuk saling membantu dalam membangun peradaban baru, mereka yang mempunyai fisik mirip manusia dan bersayap membangun peradaban dan kota-kota yang sangat megah sekali selama ratusan tahun yang kita kenal sebagai Atlantis.
Sedangkan mereka yang berwujud manusia setengah binatang membangun apa yang kita sebut sebagai Lemuria (Mu), dan terjadilah perkimpoian diantara mereka yang melahirkan makhluk-makhluk jenius yang melampaui jamannya, mereka sudah dapat melakukan perjalanan antar Galaxy, mereka juga telah mampu menciptakan Satelit-satelit pengintai tetapi hanya satu yang tersisa hingga saat ini yang kita kenal sebagai Bulan dan merekapun menciptakan berbagai macam alat-alat perang yang sangat canggih, akan tetapi suasana damai tidak berlangsung lama, mereka kembali pada tabiat dasar mereka yaitu ingin menguasai dan menghancurkan, akhirnya terjadilah peperangan maha dahsyat yang melibatkan persenjataan super canggih yang mereka miliki, maka kembali hancurlah peradaban yang telah mereka bangun dengan susah payah karena ulah mereka sendiri.akhirnya mereka selamat melarikan diri ke planet-planet yang jauh, tapi sesekali mereka mengunjungi bumi tempat kelahiran mereka dahulu untuk menyebarkan pengetahuan yang mereka kuasai. merekalah yang mengajarkan Bangsa Mesir tulisan Hieroglyph, Pyramida, Ilmu-ilmu kedokteran. Mereka jugalah dalang dibalik perang Mahabharata, Nazca Line, Peradaban Inca, Cristal Skull, Vimanas, mereka jualah yang kini kini kita sebut sebgai UFO.
Pada jaman dahulu mereka mendapat panggilan Dewa dengan kendaraan yang mengeluarkan api /cahaya yang sangat terang yang sesungguhnya adalah kendaraan mereka. Mustahil seorang manusia biasa dapat membangun sesuatu yang rumit dan kompleks sama seperti pembangunan Pyramida atau Candi-candi, tidak mungkin manusia jaman dulu dapat membangunya tanpa ada campur tangan dari suatu makhluk yang mempunyai Itelegensia yang sangat tinggi, ini adalah salah satu contoh bahwa mereka masih ada dan mereka ingin Diketahui. Sebenarnya sudah pernah ditemukan dan sudah beberapa kali expedisi pergi untuk meneliti artefak-artefak peninggalan bangsa ini, reruntuhan pernah ditemukan oleh beberapa peneliti dari Swedia dan Norwegia, namun semakin mereka tahu semakin mereka bingung dibuatnya, akhirnya mereka ragu untuk meneruskan penelitian dan riset mereka, terlalu banyak hal-hal yang berbenturan dengan keyakinan karena semua yang mereka teliti dapat mengacaukan semua keyakinan dan teori-teori yang ada. Oleh karena itu mereka berpendapat lebih baik hal tersebut dibiarkan menjadi rahasia hingga waktu menjawabnya.
Al Qur'an Surah Al Hijr ayat 27 menjelaskan tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin:
"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (Al Hijr 15:27)
Menurut syariat Islam, manusia tidak diciptakan dibumi, tapi yang diturunkan dimuka bumi sebagai Manusia dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai Makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam "bukanlah Makhluk Pertama" dibumi, tetapi ia adalah "Manusia Pertama" dalam ajaran Agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi, itu yang menjadi kegusaran para Malaikat.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):
"Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?? Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya." (Al-Baqarah 30)
Cuplikan catatan dari sumber literatur 6
Kisah umat yang dikutuk
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS. Al-Baqarah: 65)
Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina.(QS. Al A'raf: 66)
Di dalam kitab tafisr Al Jami li Ahkamil Quran karya Al Qurthubi jilid 1 halaman 440, disebutkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata bahwa orang yang dikutuk menjadi kera dan babi itu tidak hidup kecuali tiga hari saja.
Dan telah jelas bahwa Allah SWT tidak mengubah manusia menjadi kera atau hewan lainnya lalu bisa beranak pinak.
Memang ada bangsa atau suatu kaum yang pernah dikutuk oleh Allah SWT menjadi kera. Keterangan tersebut sejelasnya disebutkan di dalam salah satu firman Allah SWT:
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS Al-Baqarah: 65)
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, “Jadilah kamu kera yang hina.” (SQ Al-A”raf: 166)
Dan benar bahwa mereka termasuk dari kalangan bangsa Yahudi, yang hidup di masa lalu, jauh sebelum masa hidupnya nabi Muhammad SAW. Namun para mufassir sepakat yang dikutuk menjadi kera bukanlah seluruh bangsa yahudi. Hanya sebagian dari mereka saja yang demikian.
Bahkan para mufassir mengatakan bahwa kejadian itu hanya menimpa penduduk suatu desa saja, yang hidup di tepi pantai, di mana mata mencaharian mereka adalah menangkap ikan di laut. Allah telah melarang mereka untuk menangkap ikan di hari Sabtu, karena hari itu adalah hari khusus untuk beribadah.
Namun mereka melanggarnya, karena sengaja Allah menguji mereka. Caranya, justru di hari Sabtu itulah ikan-ikan bermunculan dengan jumlah yang sangat banyak, tapi di selain hari Sabtu terlarang itu, ikan-ikan seolah lenyap dari laut.
Karena itulah sebagian dari penduduk desa itu melakukan kecurangan. Yaitu mereka memasang perangkap pada hari Jumat sore menjelang masuknya hari Sabtu. Pada hari Sabtu mereka tetap beribadah. Dan pada hari Minggu, perangkap-perangkap itu telah dipenuhi ikan. Cara yang mereka tempuh ini tetap dianggap sebuah pelanggaran juga. Dan oleh karenanya, mereka yang melakukannya dikutuk menjadi kera yang hina.
Keterangan ini semakin jelas kalau kita perhatikan ayat-ayat sebelumnya dari ayat tentang kutukan mereka menjadi kera.
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (QS Al-A”rah: 163)
Ayat ini jelas sekali menyebutkan bahwa yang dikutuk menjadi kera bukan semua bani Israel (Yahudi), melainkan sebagian di antara mereka saja. Namun umumnya bani Israel memang tahu kisah tentang ini, sehingga ayat ini meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk menanyakan kisah kutukan jadi kera kepada bani Israel.
Bahkan di ayat berikutnya, ada keterangan lebih jelas lagi bahwa tidak semua penduduknya desa itu ikut jadi kera. Sebab ada sebagian dari merka yang tetap masih taat tidak melanggar larangan hari Sabtu. Mereka yang tidak dikutuk jadi kera ini adalah yang memberikan peringatan kepada mereka yang melanggar larangan.
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al-”raf: 165)
Nama Desa Tersebut
Kalau kita buka kitab tafir, misalnya Al-Jami” li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi rahimahullah, disebutkan bahwa ada beberapa riwayat yang berbeda dalam menetapkan desa yang dimaksud. Menurut Ibnu Abbas ra., Ikrimah dan As-Suddi, nama desa itu adalah Aylah. Dalam riwayat lain menurut Ibnu Abbas juga, nama desa itu adalah Madyan. Terletak di antara Aylah dan At-Thuur.
Sedangkan menurut Az-Zuhri namanya adalah Thabariyah. Dan Qatadah serta Zaid bin Aslam mengatakan namanya adalah Maqnat, yang terlewat di pantai negeri Syam.
Ke Mana Kera-kera Itu?
Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang riwayat selanjutnya kera-kera itu. Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa setelah berubah menjadi kera, mereka pun mati begitu saja dan punah. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah dengan kekuasaan-Nya, mengembalikan lagi mereka ke wujud semula.
Tetapi yang jelas, kera-kera itu tidak berketurunan hingga sekarang ini. Dan yang pasti, tidak semua orang Yahudi dikutuk jadi kera. Sehingga sampai hari ini kita masih menemukan mereka berkeliaran sebagai bangsa laknatullah yang dimurkai, akibat ulah mereka. Bahkan sehari 17 kali kita meminta kepada Allah SWT agar diberi petunjuk ke jalan lurus, tidak seperti orang yahudi yang dimurkai Allah SWT.
Cuplikan sumber literatur 7
Manusia-manusia Raksasa dan Manusia-manusia kerdil
Abdullah bin Muhammad bercerita kepada kami bahwa, Abdur-Razaq bercerita kepada kami dari Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurayrah r.a, dari Rasulullah SAW bersabda: "Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta" (H.R Bukhari, 8:246).

Dari Abu Hurairah ra. dati Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta”. Kemudian Allah berfirman : “Pergilah, berilah salam kepada malaikat itu, dan dengarkan penghormatan keturunanmu”. Adam berkata : “Assalamu’alaikum (Semoga kesejahteraan tetap atasmu)”. Mereka menjawab : “Assalamu’alaika wa rahmatullah ( Semoga kesejahteraan dan Rahmat Allah atasmu) . Mereka menambah wa rahmatullah (dan rahmat Allah). Setiap orang yang masuk surga atas bentuk Adam. Penciptaan itu senantiasa berkurang hingga sekarang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Penulis : 60 hasta = 2700 cm atau 27 meter
Marion County, West Virginia adalah wilayah dimana telah banyak ditemukan beberapa kerangka manusia raksasa yang misterius. Penemuan-penemuan itu sudah berlangsung sejak abad 19. Diantaranya pada 1850, para pekerja yang membongkar dasar sebuah gudang bawah  tanah  di   Palatine   menemukan  lubang kuburan yang  berisi dua kerangka manusia yang berukuran besar. Lalu pada 1875, pekerja-pekerja yang membangun sebuah jembatan di Rivesville, sewaktu menggali suatu lapisan tanah liat padat menemukan tiga kerangka manusia raksasa. Kemudian pada 1882, seorang arkeolog bernama F. M. Fetty tanpa sengaja menjumpai sebuah gua, dimana di dalamnya terdapat kerangka manusia raksasa dalam posisi duduk, bersama beberapa artefak batu dan batu api yang berserakan di sekelilingnya. Dan pada 1883, di lokasi yang sama, James A. Faulkner juga menemukan kerangka manusia raksasa. Dr. Samuel Kramer dari Smithtown yang meneliti temuan tersebut menyatakan bahwa tingginya adalah lebih dari 2,44 meter. Tidak disebutkan, apakah kerangka tersebut berasal dari usia dewasa atau anak-anak. Di Glen Rose, Texas pada tahun 1930-an, ditemukan jejak-jejak kaki manusia berukuran besar yang beberapa diantaranya beriringan dan tumpang tindih dengan bekas jejak dinosaurus. Ukuran jejak terkecil adalah sepanjang 38,1 cm (diduga dibuat oleh manusia bertinggi badan 2,53 meter) dan terbesar adalah sepanjang 54,61 cm (diduga dibuat oleh manusia bertinggi badan 3,64 meter). Sedangkan di Alamogordo, New Mexico, juga ditemukan 13 jejak kaki berukuran besar, masing-masing berukuran panjang 55,88 cm. Jarak antar jejak kaki berkisar antara 1,22 meter s.d 1,52 meter. 
Manusia-manusia Kerdil (liliput)
Sejauh ini belum ditemukan bukti kuat tentang adanya Manusia kerdil (liliput). Ihwalnya pertama kali muncul dalam Catatan Taiping Guangji dari era Dinasti Sung (960 - 1279 M), bab 480 dan 482. Diantaranya berisi tentang orang-orang bertinggi badan 3 inci (7,62 cm) namun mampu berjalan dengan kecepatan tinggi hingga hampir seperti terbang. Mereka tinggal di sebuah komunitas negara bernama Heming, yang terletak di wilayah barat laut Lautan Xiuhai. Pada masa dinasti Wei (386 - 543 M), sembilan orang manusia kerdil bertinggi badan 6 inci telah terbawa hujan dan angin kencang hingga sampai ke pekarangan rumah penduduk bernama Wang Zichong. Lalu mumi manusia kerdil, yang diawetkan dengan lilin, pernah dimiliki oleh penduduk Tiongkok bernama Li Zhangwu. Sedangkan perkembangan terbaru (era modern) di Taman Nasional Merubetiri, Jember (Jawa Timur, INDONESIA), tim yang khusus dibentuk oleh pihak Taman Nasional untuk menanggapi reaksi masyarakat sekitar yang menyatakan pernah menyaksikan manusia-manusia kerdil berhasil menemukan jejak-jejak kaki kecil yang ukurannya tidak lebih besar dari korek api gas. [Ket. Gbr: Perbadingan jejak manusia kerdil dengan korek gas di TN Merubetiri, Jember, JAWA TIMUR].
 Sumber:
1.        ___. “A Historical Account of Tiny People in Ancient Chinese Records”. Minghui Int. August 29, 2002.
2.        Cain, David. Serpent Mound Mysteries: Giants in Our Midst?. 1998.
3.        ___. “Aktual: Misteri Manusia Kerdil di Balai Taman Nasional Merubetiri”. Majalah Kartini no. 2085 hal 124-127
Pendapat Penulis :
Apakah relasi/kaitannya antara cerita nisnas, umat yang dikutuk dan kisah tentang manusia raksaksa dan manusia kerdil dengan pembahasan kita “Nisnas dan Manusia Prasejarah berdasarkan teori Darwin dan hubungannya dengan islam”
Adakah kaitan bangsa Nisnas dengan ditemukannya reaktor nuklir purba dan ditemukannya bekas radioaktif dari perang nuklir dalam kisah mahabaratha di India, mengingat bangsa ini gemar melakukan huru hara dan kerusakan besar dan melakukan perang besar? Dalam sumber literatur 1 berkaitan kisah bangsa Nisnas, dikatakan bahwa Nisnas tidak berwujud serupa manusia, karena dalam riwayat/literatur yang ada memberi kesimpulan bahwa nisnas berasal dari golongan jin atau sebangsa dengan jenis jin, sedangkan sumber dari Quran dan Hadist jelas membedakan antara malaikat, jin dan manusia. Dimana manusia dan jin diciptakan untuk menyembahNya. Dan dimana jin adalah makhluk tidak tampak atau dighaibkan keberadaannya dari pengeliatan manusia, dengan kata lain dapatkah benda-benda peninggalan jin dapat dilihat secara fisik oleh kebanyakan dari manusia. Apakah tabir ini, penghalangan pengelihatan hanya pada satu sisi manusia saja, tidak berlaku terbalik juga penghalangan penglihatan dari bangsa jin ke manusia. Hal yang juga perlu diperhatikan bahwa apabila Nisnas yang diceritakan disini sebagai serupa manusia makhluk ciptaan Allah SWT yang lain dengan konsep kenabian dan konsep islam tersendiri yang menjadi khalifah awal di bumi sebelum khalifah manusia, mengapa dalam peninggalan budayanya tidak dihilangkan sama sekali dari bumi hingga bila hasil kebudayaan tersebut terlihat akanlah tercampur pemikiran konsep dari dua jenis peradaban serupa kenabian manusia dan dua konsep dari peradaban serupa islam. Pertanyaan lain yang timbul adalah bila Nisnas ini adalah bukan dari 7 periode sebelum periode Bapak pertama manusia, melainkan dari periode alam semesta sekarang ini, bukankah seharusnya mereka tidak punah dan harusnya tersisa nisnas-nisnas ini untuk mengalami kiamat alam semesta yang sama dengan manusia sekarang, lantas kemanakah gerangan mereka yang serupa manusia ini? Keluar planetkah? Atau telah tercampur gen mereka dengan manusia sekarang karena perkawinan dimana manusia sekarang hasil kaloborasi dua jenis serupa manusia ini?
Dan bila 7 periode alam semesta tersebut terpisah, tentu alam semesta mereka (nisnas-nisnas) dari tiap-tiap 7 periode ini telah mengalami kiamat pula terlebih dahulu, bukan dari bumi dan alam semesta ini, mereka harusnya punah secara keseluruhan. Karena tidak berada di periode alam semesta ke 8. Namun bila nisnas ini adalah nenek moyang bangsa jin sekarang tentunya mereka, bangsa nisnas tersebut akan merasakan kiamat yang sama pula diakhir jaman alam semesta ini dengan jenis derita yang sesuai buat mereka pula. Berarti nisnas yang punah adalah mirip kepunahan bangsa/suku dari peradaban manusia periode nabi-nabi dimana seperti kisah-kisah umat nabi-nabi terdahulu yang dimusnahkan, kemudian menyisakan bangsa-bangsa/suku-suku lainnya hingga sekarang yaitu jenis jin-jin sekarang. "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (Al Hijr 15:27). Bukankah di dalam literatur diatas ada disebutkan sisa bangsa jin dan nisnas sebelum masa manusia (nabi Adam as) yang dibuang ke gunung-gunung dan pulau-pulau di lautan diijinkan untuk tinggal di bumi dan di udara. Tidak tertutup kemungkinan bahwa nisnas terdahulu yang hidup di bumi sebelum beralih kekhalifahan manusia adalah bangsa jin juga.
Kisah mahabaratha sendiri adalah kitab dari agama hindu di tulis pada abad ke-4 SM, berarti dari periode nabi-nabi, risalah islam mengatakan bahwa 2 nabi terakhir adalah nabi Isa as dan nabi Muhammad SAW, yang diantaranya keduanya tidak ada nabi dan sesudah nabi Muhammad SAW adalah nabi palsu. Bila dihitung berarti masa sebelum 4 s/d 1 tahun sebelum masehi adalah masa dimana ratusan nabi-nabi silih berganti datang, hingga bukan mustahil pembawa agama hindu, pembawa agama budha, aristoteles, kong hu cu dan atau manusia-manusia terkenal lainnya sebelum awal tahun masehi adalah bisa jadi salah satunya sebenarnya ada yang menjadi nabi pula, yang dighaibkan dan tidak dikisahkan oleh Allah SWT di dalam nash dan yang hingga jaman sekarang ajarannya menyimpang jauh dari aslinya. Apakah kisah mahabaratha ini yang menceritakan kejadian tentang perang nuklir nyata atau hanya fiksi saja? Mengapa di India ditemukan sebuah kawasan yang tercemar radioaktif? Bila kitab ini adalah kumpulan tulisan dari umat-umat sebelumnya, tentu sebelumnya ada literatur dalam bentuk tulisan yang mereka lihat atau ada cerita dari mulut yang mereka dengar hingga dapat menuliskannya kembali kedalam kitab weda dalam kisah mahabaratha, bila demikian adanya kejadian dalam kitab tersebut adalah kejadian dalam periode nabi-nabi pula, bukan kejadian dalam periode tidak diketahui. Masih menyisahkan tanda tanya benarkah ada perang nuklir dalam periode nabi-nabi berdasarkan bekas radioaktif tersebut? Ataukah hanya kitab ramalan tentang masa depan yang tercampur epic lokal?

Teori Darwin
Bila Nisnas dan hasil peradabannya dikaitkan sebagai manusia prasejarah berdasarkan teori Darwin yang bisa diartikan Nisnas di periode tidak diketahui ini adalah Nisnas dari jenis serupa manusia namun juga berwajah dan berbadan serupa kera, maka kita mendapatkan pertanyaan baru adakah teori Darwin itu sebuah kebenaran?, maka penulis bercoba mengasumsikan berdasarkan pada nash, dimana ada menjelaskan riwayat tentang adanya umat manusia yang di kutuk oleh Allah SWT yang menyerupai kera dan babi, bila diikuti lebih jauh umat yang dimaksud yang dikutuk ini salah satunya adalah umat dari bangsa yahudi, sementara umat yahudi yang kita tahu diantara 12 suku yahudi ada 10 suku yang hilang, mungkinkah salah satunya adalah dari suku-suku yang hilang ini dan yang lainnya akan menjadi cikal bakal yajuj dan majuj (ada literatur cendikiawan muslim yang memperkirakan yajuj dan majuj adalah keturunan bangsa yahudi yang hilang tersebut dan ini berkenaan pula pada peralihan periode diktator ke periode islam akhir jaman). Penulis ingin menjawabnya berdasarkan asumsi-asumsi yang ada dan apakah ini sesuatu yang sengaja disembunyikan oleh segelintir manusia, bahwa bilakah para arkeolog pernah mencari sisa-sisa peninggalan umat yang dikutuk ini, yang dulunya tinggal didekat kawasan pantai bernama desa Aylah atau desa Madyan, Terletak di antara Aylah dan At-Thuur yang berlatar belakang keahlian sebagai nelayan ini. Kemungkinan para arkeolog ini menemukan bagian kerangka manusia prasejarah mereka, manusia yang menyerupai kera dan sungguh gen manusia kera ini akan mendekati gen manusia modern. Asiknya lagi akan ditemukan hasil peradaban (artefak) mereka pula di sekitar daerah tersebut yang nanti dibilang artefak manusia prasejarah (kera berjalan) yang padahal adalah artefak saat mereka masih jadi manusia. Hanya 3 hari mereka menjadi kera dan mati. Sementara itu adakah arkeolog yang menemukan kerangka manusia yang menyerupai babi pula? Tentu akan membuat heboh bahwa seandainya ditemukan pula manusia prasejarah yang menyerupai babi, akan terasa susah urutan manusia prasejarah dari kera berjalan ke manusia modern dari teori Darwin menjelaskannya.
Di dalam literatur islam banyak yang menjelaskan umur umat tersebut setelah dikutuk lalu kemudian mati berlangsung selama 3 hari dan tidak sempat untuk menyebar ke kawasan-kawasan lainnya di dunia. Ini berarti timbul pertanyaan, arkeolog telah menemukan di beberapa kawasan dan benua berbeda tentang manusia prasejarah berdasarkan teori Darwin ini tentulah kerangka yang seharusnya berbeda-beda pula asal usulnya dan bilakah kerangka-kerangka yang diakui tersebut adalah umat yang dikutuk berarti akan menggugurkan nama manusia prasejarah karena pasti manusia prasejarah ini adalah bagian umat manusia sejarah dari periode Nabi-Nabi, berarti pula banyak hal menjadi tambah rancu pula. Namun bukankah umat yang dikutuk ini tidak sempat menyebar ke lain daerah atau bersembunyi ke kawasan baru atau tertutup yang tidak terjangkau manusia normal termasuk bersembunyi ke gua-gua dan atau memencilkan diri di pulau-pulau, karena malu dilihat manusia normal lainnya dan bukankah mereka hanyalah dari satu umat saja dan tentu dari satu massa (waktu) saja jadi tidak dapat menjelaskan kerangka-kerangka yang ditemukan dikawasan lainnya dan yang berbeda waktu pula hadirnya.
Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)
Seperti yang dijelaskan diawal tulisan bahwa makna tersirat bisa lebih dari satu, makna bagian dari ayat ini dapat pula bermakna “jenis pembalasan yang lebih mengerikan dibandingkan pembalasan untuk orang fasik/munafik atau juga salah satu jenis balasan dari orang yang berbuat fasik dan munafik dengan dikutuk menjadi serupa binatang entah sifatnya atau fisiknya atau kedua-duanya”, atau “manusia yang sifatnya dijadikan seperti sifat-sifat alam dari kera dan babi” atau pula “manusia yang di kutuk berfisik dan berwajah menyerupai kera dan babi” dan makna lainnya, bisa jadi semua benar, bisa pula salah satunya salah, bahkan bisa jadi mengandung makna lain pula yang benar. bila dikontekkan dengan manusia yang dikutuk berfisik dan berwajah menyerupai kera dan babi, dapat dimaknai secara tersirat pula makna bagian ayat ini pula “orang-orang yang lebih buruk pembalasannya”, “di antara mereka”,  “mereka lebih buruk tempatnya” dan “lebih sesat dari jalan yang lurus”. Makna lain yang terkandung adalah bahwa ada beberapa manusia, menyatakan jumlah (sebagian atau sebanyak orang-orang di dalam suatu suku atau beberapa kaum/suku/umat) yang dikutuk oleh Allah SWT, dimana ada yang diserupakan kera saja, diserupakan babi saja, atau diserupakan kedua-duanya. Orang-orang ini bertempat tinggal buruk (lebih sesat dari jalan yang lurus) dan susah ditemui dari tempat yang biasanya dilalui manusia umum, salah satu tempat persembunyian mereka itu adalah goa-goa, puncak-puncak gunung yang terjal dan hutan rimba yang tertutup. Apakah dapat bermakna seperti ini, namun penulis sarankan anda bertanya kepada ahlinya. (pemaknaan asalnya sebenarnya tentang balasan buruk buat orang-orang yang melebihi fasik dan munafik atau orang fasik dan munafik itu sendiri, pembalasan ini bukan hanya bisa di dapat di dunia dengan menjadikan mereka seperti kera dan babi dalam bentuk fisiknya juga atau pembalasan berupa menjadikan sifat/watak mereka juga akan bisa menjadi seperti watak kera dan babi dalam akhlaknya, sehingga bila demikian ditanamkam ke hati mereka agar condong menjadi menyembahan sesuatu hal di dunia dengan variannya yang bermacam-macam dalam kesyirikan, kesesatan ini akan sangat jauh dari kebenaran hakiki dan balasan di akhirat adalah tempat yang termasuk paling buruk/dalam di neraka). Penulis memberi dua makna, yang satu makna utama sedang yang lain adalah sekedar makna teks untuk salah satu petunjuk tersirat, penulis percaya bahwa makna teks dari nash meskipun itu terjemahan saja kadang dalam kenyataan adalah bisa menjadi sesuatu petunjuk fakta/kebenaran di lapangan juga, banyak contoh teks nash yang menyatakan fakta kejadian/peristiwa, sistem, metode, petunjuk tempat, dsb. secara teks di lapangan yang terbukti benar (tugas saint yang menterjemakan hal ini), penulis percaya satu ayat nash bisa dapat berdiri sendiri, juga dapat melengkapi dengan ayat sesudah dan sebelumnya, dan juga dapat saling mengisi dengan ayat, surat dan jus yang lainnya. Bukankah kandungan Quran itu semesta alam tentu makna-maknanya semesta alam pula.
Jadi pada periode nabi-nabi banyak kaum yang dimusnahkan dan banyak pula kaum yang di kutuk, namun hanya beberapa saja yang diceritakan di dalam nash sebagai contoh, pelajaran, hikmah dan perbandingan/acuan. Bila ini sebuah kebenaran maka tentu di beberapa kawasan lain akan di jumpai manusia yang dikutuk meyerupai kera tersebut dan ini terjadi di jaman manusia sejarah (periode nabi-nabi) bukan jaman prasejarah. Pertanyaan lainnya: mungkinkah jaman nabi Adam as adalah milyaran tahun yang lalu? Bila tidak apakah Tengkorak Purba Berlubang bekas di Tembak itu adalah kera asli dan pengaruh alam yang menyebabkan? Atau disebabkan nisnas allien, ataukah karena perpindahan waktu? Masih ingatkan Anda akan penemuan jembatan penyeberangan berusia 30-15 ribu tahun lalu yang di buat pasukan kera Hanoman yang di pimpin Sri Rama menuju ke Alengka, bila ini sebuah kebenaran sejarah, apakah pasukan kera ini adalah cucu-cicit salah satu umat yang di kutuk ataukah satu masa salah satu dari umat/bangsa yang dikutuk itu sendiri? Dari masa jauh sebelum atau sesudah bangsa yang dikutuk tersebut dan mengapa mereka bisa berkembang, tidak mati 3 hari kemudian setelah mengalami kutukan tersebut? Dan apakah gambaran pada peninggalan dari peradaban Mesir kuno, Manusia berwajah anjing juga merupakan gambaran dari individu-individu atau bangsa-bangsa/kaum-kaum yang di kutuk pula menyerupai anjing namun masih mempunyai kekuasaan dalam masyarakat peradaban manusia normal, demikian pula manusia dengan kemiripan binatang lainnya apakah hasil dari kutukan tersebut pula ataukah transformasi dari bangsa jin (Nisnas di bumi yang serupa jin) yang tersisa, benarkah bangsa jin (Nisnas di bumi yang serupa jin) menyerupai berwajah binatang.
Mengenai bangsa nisnas ini, penulis tidak  berani mengambil kesimpulan yang pasti berkenaan kaitannya dengan sudut pandang islam, karena literatur/riwayat ini, penulis tidak tau seberapa sahih, perlu reverensi dari sejarawan islam dan literatur buku-buku islam yang ada.  Tapi penulis akan mencoba menjawab dengan melanjutkan asumsi yang ada
Untuk menggugurkan teori Darwin terhadap evolusi kera ke manusia, hingga jelas bahwa kerangka-kerangka tersebut adalah kerangka manusai sejarah (periode nabi-nabi), Penulis menyarankan untuk bagian anda ahli arkeologi :
-  menyelidiki dan menemukan daerah dan peninggalan kaum yang dikutuk tersebut
-  meneliti gen mereka dan hubungannya dengan gen manusia sekarang, juga termasuk gen yang menghubungkan ke kaum yahudi, apakah ada kesinambungan
- mengambil acuan perbandingan gen untuk membedakannya dan menyamakan dengan kerangka serupa yang mirip kera (manusia prasejarah lain yang berbeda jenisnya), apa banyak perbedaan
- membandingkan dengan gen dari kera dan monyet asli, sebab bukan mustahil evolusi monyet dan kera asli telah terjadi jutaan/milyaran tahun lalu pula, dimana variannya ada yang sangat besar dari jaman sekarang, dan disalahartikan hingga dianggap dalam teori Darwin masuk sebagian dari evolusi kera ke manusia, padahal bukan rangka manusia melainkan rangka kera asli
- menemukan rangka manusia yang menyerupai babi

PRA MANUSIA ERA

Periode Zaman Yang Tidak Diketahui/Zaman Pramanusia/Zaman Nisnas


Pembahasan Tuntas Peradaban Manusia dari awal hingga akhir
berkaca dari sudut pandang Islam
Membaca buku itu mudah, Mengambil pelajaran darinya itu susah. "Hikmah, atau kebaikan, adalah barang berharga milik orang beriman, dimana dan darimanapun dia menemukan, dialah yang paling berhak untuk memanfaatkan" (HR. Tirmizi).
Klasifikasi manusia berdasarkan kemajuan masa maju mundur peradabannya :
  1. Peradaban Manusia Awal
  2. Peradaban Manusia Tengah
  3. Peradaban Manusia Akhir
Klasifikasi Periode-Periode Manusia :
1.      Jaman Yang Tidak Diketahui/Jaman PraManusia/Jaman Nisnas
2.      Jaman Nabi-Nabi
3.      Jaman Khalifah
4.      Jaman Kerajaan yang diturunkan
5.      Jaman Diktator
6.      Jaman Islam Akhir
7.      Jaman Kiamat/Jaman peradaban Manusia Akhir yang tidak mengenal Islam
8.      Jaman Surga dan Neraka (Manusia atau Nisnas yang selevel alam semestanya)/Jaman Alam Semesta Bangsa-Bangsa Baru (Nisnas) yang diciptakan Allah SWT untuk menyembahNya (Bila Allah SWT Menghendakinya)
Periode 2 sampai dengan Periode 6 adalah Periode yang diklasifikasikan dari Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya. Dan Periode ke-6 itu adalah Periode terakhir umat-umat Islam yaitu umat-umat terdahulu yang telah mengesakan Allah SWT (Monothaisme Islam) hingga diangkat semua dari muka bumi umat-umat Islam itu. Nabi Muhammad SAW mengklarifikasi periode islam dalam 5 periode/tahap/massa(waktu).
“Muncul babak Kenabian di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak Kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metode/sistem) Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak Raja-raja yang menggigit selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak Penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak  selama masa yang Allah kehendaki, kemudian Allah mencabutnya ketika Allah menghendakinya. Kemudian muncul babak Kekhalifahan mengikuti manhaj (cara/metode/sistem) Kenabian. Kemudian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam diam.” (HR Ahmad)  
”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS Ali Imran ayat 140).
Diantara masa Periode tersebut dapat pula disimpulkan adalah masa yang menjelaskan periode berturut-turut dipergilirikan masa kejayaan dan kehancuran islam (risalah islam lengkap yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW) dan masa kejayaan dan kehancuran kaum kafir, agar jelas perbedaan iman mereka.
Periode 1, 7 dan 8 adalah periode yang sengaja diklasifikasi oleh penulis sendiri untuk membagi periode untuk penulisan buku ini.
1.    Periode Jaman Yang Tidak Diketahui/Jaman PraManusia/Jaman Nisnas
Cuplikan Sumber literatur 1 :
Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
Pertanyaan
Apakah ada hadis dan riwayat yang menyebutkan bahwa Adam adalah orang kedelapan yang hidup di muka bumi? Sembari menjelaskan hal ini, tolong Anda terangkan siapa saja tujuh orang sebelum Nabi Adam itu? Apakah terdapat nabi di antara mereka? Apakah mereka adalah orang-orang pintar?
Jawaban Global
Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini.
Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nisnas” kendati kita tidak memiliki informasi yang akurat terkait dengan hal-hal detilnya,  tipologi personal dan model kehidupan mereka.
Karena itu, mungkin saja tatkala penciptaan Adam juga masih terdapat beberapa orang dari generasi sebelumnya sebagaimana sebagian ulama menyebutkan hal ini dalam menjelaskan pernikahan anak-anak Adam.
Kami tidak menjumpai teks-teks agama yang menetapkan bahwa Adam adalah manusia kedelapan di muka bumi. Benar bahwa terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa generasi Nabi Adam adalah setelah tujuh periode dan tujuh generasi semenjak penciptaan Adam. Namun boleh jadi riwayat-riwayat ini tengah menyinggung banyaknya periode-periode masa lalu.
Syaikh Shaduq dalam al-Khishâl, meriwayatkan dari Imam Baqir As yang bersabda, “Allah Swt semenjak menciptakan bumi, menciptakan tujuh alam yang di dalamnya (kemudian punah) dimana tidak satu pun dari alam-alam ini berasal dari generasi Adam Bapak Manusia dan Allah Swt senantiasa menciptakan mereka di muka bumi dan mengadakan generasi demi generasi dan alam demi alam muncul hingga akhirnya, menciptakan Adam Bapak Manusia dan keturunannya berasal darinya.
Adapun terkait dengan pertanyaan apakah mereka juga merupakan nabi atau nabi-nabi dan termasuk sebagai manusia-manusia pintar atau tidak? Kita tidak menemukan penjelasan tentang hal ini dalam ayat-ayat al-Quran dan riwayat-riwayat. Namun mengingat bahwa mereka sama dengan kita, manusia (atau Nisnas) maka dari sisi ini kita serupa dengan mereka. Dan tentu saja mereka memiliki kecerdasan dan sangat boleh jadi dapat dikatakan bahwa untuk membimbing mereka diutuslah nabi atau nabi-nabi kepada mereka.
Jawaban Detil
Dengan memanfaatkan al-Quran dan riwayat-riwayat secara pasti dapat dikatakan bahwa sebelum Nabi Adam terdapa generasi atau beberapa generasi yang mirip dengan manusia  disebut sebagai “insan atau bangsa Nisnas” meski terkait dengan hal-hal detilnya,  tipologi personal dan model kehidupan mereka, kita tidak memiliki informasi yang akurat.
Allamah Thabathabai berkata, “Dalam sejarah Yahudi disebutkan bahwa usia jenis manusia semenjak diciptakan hingga kini tidak lebih dari tujuh ribu tahun lamanya...namun para ilmuan Geologi meyakini bahwa usia genus manusia lebih dari jutaan tahun lamanya. Mereka menyuguhkan sejumlah argumen untuk dari fosil-fosil yang menyebutkan bahwa terdapat peninggalan manusia-manusia pada fosil-fosil tersebut. Di samping itu, mereka juga membeberkan dalil-dalil skeleton (tengkorak) yang telah membatu milik manusia-manusia purbakala yang usianya masing-masing dari fosil dan skeleton itu ditaksir, berdasarkan kriteria-kriteria ilmiah, kira-kira lebih dari lima ratus ribu tahun. Demikian keyakinan mereka. Namun dalil-dalil yang mereka suguhkan tidak memuaskan. Tidak ada dalil yang dapat menetapkan bahwa fosil-fosil ini adalah badan yang telah membatu milik nenek moyang manusia-manusia hari ini. Demikian juga tidak ada dalil yang dapat menolak kemungkinan ini bahwa tengkorak-tengkorak yang telah membatu ini berhubungan dengan salah satu dari periode manusia-manusia yang hidup di muka bumi, karena boleh jadi demikian adanya, dan boleh jadi tidak. Artinya periode kita manusia-manusia boleh jadi tidak bersambung dengan periode-periode fosil-fosil yang telah disebutkan, bahkan boleh jadi berhubungan degan manusia-manusia yang hidup di muka bumi sebelum penciptaan Adam Bapak Manusia (Abu al-Basyar) dan kemudian punah. Demikian juga kemunculan manusia-manusia yang kepunahannya berulang, hingga setelah beberapa periode tibalah giliran generasi manusia masa kini.[1]
Karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat manusia sebelum penciptaan Adam dan setelah manusia Adam ditemukan kemudian malaikat ditugaskan untuk sujud kepadanya.[2]
Hanya saja al-Quran tidak menyebutkan secara tegas tentang proses kemunculan manusia di muka bumi, apakah kemunculan jenis makhluk ini (manusia) di muka bumi terbatas hanya pada periode sekarang yang kita hidup di dalamnya, atau periode-periode yang banyak dan periode kita manusia-manusia sekarang ini merupakan periode terakhir?
Kendati mungkin sebagian ayat al-Quran menengarai bahwa sebelum penciptaan Adam As terdapat manusia-manusia yang hidup dimana para malaikat dengan ingatan pikiran mereka tentang manusia, bertanya kepada Allah Swt, “Apakah Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah” [3] dimana dapat disimpulkan dari ayat ini bahwa terdapat masa yang telah berlalu sebelum penciptaan Nabi Adam.[4]
Namun terdapat beberapa riwayat dari para Imam Ahlulbait As yang sampai kepada kita menegaskan bahwa sebelum generasi ini, terdapat generasi-generasi sebelumnya yang telah punah dan riwayat-riwayat ini menetapkan periode-periode manusia sebelum periode yang ada sekarang ini.
Sebagai contoh kami akan menyebutkan sebuah hadis berikut ini:
Penyusun Tafsir Ayyasyi meriwayatkan dari Hisyam bin Salim dan Hisyam bin Salim dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Apabila malaikat-malaikat tidak melihat makhluk-makhluk bumi sebelumnya, yang menumpahkan darah lantas dari mana mereka dapat berkata, “Apakah Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah?”[5]
Adapun sehubungan dengan apakah Adam merupakan manusia kedelapan di muka bumi ini harus dikatakan bahwa kami tidak menjumpai teks-teks agama yang menetapkan bahwa Adam adalah manusia kedelapan di muka bumi. Benar terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa generasi Nabi Adam setelah tujuh periode dan tujuh generasi semenjak penciptaan Adam. Namun boleh jadi riwayat-riwayat ini tengah menyinggung banyaknya periode-periode masa lalu. Misalnya Syaikh Shaduq dalam al-Khishâl, meriwayatkan dari Imam Baqir As yang bersabda, “Allah Swt semenjak menciptakan bumi, menciptakan tujuh alam yang di dalamnya (kemudian punah) dimana tidak satu pun dari alam-alam ini berasal dari generasi Adam Bapak Manusia dan Allah Swt senantiasa menciptakan mereka di muka bumi dan mengadakan generasi demi generasi dan masing-masing, alam demi alam muncul hingga akhirnya, (Allah Swt) menciptakan Adam Bapak Manusia dan keturunannya berasal darinya.[6]
Boleh jadi riwayat-riwayat ini dengan memperhatikan riwayat-riwayat lainya yang menetapkan periode-periode yang banyak pada masa silam, tengah menyinggung tentang banyaknya periode pada masa silam; misalnya Syaikh Shaduq dalam kitab Tauhid mengutip riwayat dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Kalian mengira bahwa Allah Swt tidak menciptakan manusia lain selain kalian. Bahkan (Allah Swt) menciptakan ribuan ribuan Adam dimana kalian adalah generasi terakhir Adam dari generasi-generasi Adam (lainnya).”[7]
Demikian juga dalam al-Khisâl diriwayatkan dari Imam Shadiq As yang bersabda, “Allah Swt menciptakan dua belas ribu alam yang masing-masing (dari dua belas ribu itu) lebih besar dari tujuh petala langit dan tujuh petala bumi. Tiada satu pun dari penghuni satu alam pernah berpikir bahwa Allah Swt menciptakan alam lainya selain alam (yang ia huni).”[8]
Akan tetapi sebagaimana yang Anda perhatikan riwayat terakhir menyinggung tentang penciptaan alam-alam dan boleh jadi alam-alam tersebut berada di luar planet bumi dan kita dapat memandang riwayat-riwayat yang menyebutkan tentang tujuh periode sebelumnya di muka bumi itu tidak bertentangan satu sama lain
Namun (dengan asumsi adanya manusia-manusia sebelum Adam) apakah tatkala penciptaan Nabi Adam As manusia dari generasi manusia-manusia sebelumnya masih tersisa?
Dengan memperhatikan beberapa indikasi bukan mustahil bahwa pada masa penciptaan Adam terdapat orang-orang dari generasi-generasi sebelumnya yang masih tersisa dan tengah mengalami kepunahan. Artinya mereka masih tetap ada (pada masa penciptaan Adam) sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama.[9] Salah satu ulama kontemporer terkait dengan pernikahan anak-anak Adam berkata, “Di sini juga terdapat kemungkinan lain bahwa anak-anak Adam menikah dengan manusia-manusia yang tersisa dari generasi sebelum Adam karena sesuai dengan riwayat Adam bukanlah manusia pertama yang hidup di muka bumi. Penelitian ilmiah manusia hari ini menunjukkan bahwa genus manusia kemungkinan telah hidup di muka bumi semenjak beberapa juta tahun sebelumnya, padahal sejarah kemunculan Adam hingga masa sekarang ini tidak terlalu lama (kurang lebih 7000 tahun). Karena itu kita harus menerima bahwa sebelum Adam terdapat manusia-manusia lainnya yang hidup di muka bumi yang tatkala kemunculan Adam tengah mengalami kepunahan. Apa halangannnya anak-anak Adam menikah dengan manusia dari salah satu generasi sebelumnya yang masih tersisa?”[10]
Tentu saja tidak terdapat keraguan bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama dari generasi yang ada sekarang ini.
Al-Quran nampaknya menegaskan bahwa generasi yang ada sekarang ini berasal dari ayah dan ibu yang berujung pada satu ayah (bernama Adam) dan satu ibu (yang dalam beberapa riwayat dan Taurat bernama Hawa) dan kedua manusia ini adalah ayah dan ibu seluruh manusia. Demikian juga ayat-ayat berikut menyokong makna ini, “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).” (Qs. Al-Sajdah [32]:8); “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” (seorang manusia) , maka jadilah dia.” (Qs. Ali Imran [3]:59); “(Ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan penciptaannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (Qs. Shad [38]:71 & 72)
Seperti yang Anda saksikan ayat-ayat yang telah dikutip memberikan kesaksian bahwa sunnah Ilahi menjamin lestarinya generasi manusia melalui pembuahan sperma namun penciptaan dengan sperma ini terjadi setelah dua orang dari jenis ini (manusia sekarang ini) diciptakan dari tanah liat dan Dia menciptakan Adam kemudian setelah Adam istrinya yang diciptakan dari tanah liat (dan setelah memiliki badan dan alat-alat reproduksi, Allah menciptakan anak-anaknya dengan menciptakan sperma pada badan Adam dan istrinya). Karena itu, tidak terdapat keraguan bahwa generasi manusia (sekarang ini) berujung pada Adam dan istrinya berdasarkan bentuk lahir ayat-ayat yang disebutkan di atas.[11]
Adapun pertanyaan berikutnya apakah di antara generasi tersebut terdapat seorang nabi? Apakah mereka juga termasuk orang-orang yang memiliki intelegensia? Kita tidak menemukan penjelasan tentang hal ini dalam ayat-ayat al-Quran dan riwayat-riwayat. Namun mengingat bahwa mereka sama dengan kita, manusia (atau Nisnas) maka dari sisi ini kita sama dengan mereka. Dan tentu saja mereka memiliki intelegensia dan kecerdasan serta sangat boleh jadi dapat dikatakan bahwa untuk membimbing mereka diutuslah nabi atau nabi-nabi kepada mereka. [iQuest]
 Indeks Terkait:
Nabi-nabi Jin Sebelum Penciptaan Manusia, Pertanyaan 792 (Site: 851)
[1]. Muhammad Husain Thabathabai, terjemahan Persia Tafsir al-Mizân, jil. 4, hal. 222, Penerjemah Sayid Muhammad Baqir Musawi Hamadani, Intisyarat Jami’ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qum, Qum, 1374 S, Cetakan Kelima.  
[2]. Ibid, jil. 16, hal. 389.  
[3]. (Qs. Al-Baqarah [2]:30)
[4]. Muhammad Husain Thabathabai, Terjemahan Persia Tafsir al-Mizan, jil. 4, hal. 222 dan 223.
[5]. Allamah Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 11, hal. 117, Muassasah al-Wafa, Beirut, Libanon, 1404 H.
Syaikh Shaduq, al-Khishâl, jil. 2, hal. 652, Hadis 54.  
[6]. Diadaptasi dari Pertanyaan 2999 (Site: 3297)    
[7]. Syaikh Shaduq, Tauhid, jil. 2, hal. 277, Cetakan Teheran.
[8]. Al-Khishâl, jil. 2, hal. 639, Hadis 14, Diadaptasi dari Pertanyaan 516 (Site: 563)
[9].  Bagaimanapun tadinya kita (pada masa-masa sebelumnya) tidak memiliki informasi dan referensi ketika para Imam Syiah berkata-kata tentang manusia pra Adam (Bapak Manusia) yang berasal dari manusia-manusia yang telah menjadi fosil. Namun mengingat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi hari ini, nilai ucapan-ucapan seperti ini akan dipahami lebih baik dan akan lebih mudah memahamkan kepada kita tentang hubungan mereka dengan dunia metafisika.
[10]. Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 3, hal. 247, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1374 S, Cetakan Pertama; Silahkan lihat, Ya’qub Ja’fari, (Tafsir) Kautsar, jil. 2, hal. 349.
[11]. Muhammad Husain Thabathabai, Terjemahan Persia Tafsir al-Mizân, jil. 4, hal. 224 dan 225.
Cuplikan Sumber literatur 2
Menelusuri sejarah penciptaan manusia pada awal mulanya tentulah hal yang mustahil diketahui oleh masyarakat yang telah berada pada generasi kemudian dalam jarak yang berselisih ribuan tahun seperti pada masa kita saat ini. Tak ada satupun ditemukan adanya catatan sejarah yang merekam pengakuan manusia pertama tentang ihwalnya ketika pertama kali lahir ke dunia. Kalau pun ada, apakah ia akan menuliskannya sejak ketika pertama kali dalam proses penciptaan, bahkan sejak masih dalam rencana?
Maka Allah SWT, sebagai pencipta tunggal segala makhluk adalah yang seharusnya menjadi acuan dalam perolehan informasi yang tidak saja valid tetapi juga objektif, tidak terdistorsi oleh ego manusia itu sendiri. Dengan Kasih Sayang dan KemahakuasaanNya, Allah SWT telah memberikan kepada manusia sebagai makhluk berakal, yaitu acuan maha sempurna dan teliti yang terkandung dalam Al Qur’an (QS. 21:106) beserta Hadits RasululLah SAW maupun ayat-ayat Allah lainnya yang berupa bekas-bekas peninggalan masa lalu, yang diizinkanNya untuk muncul ke permukaan agar manusia bertafakur (QS. 24:34).
Berikut ini adalah beberapa Kalam Suci Allah SWT dalam Al Qur’an mengenai hal ihwal manusia di awal penciptaannya
Allah-lah   yang   lebih   mengetahui   penciptaan   manusia   terdahulu   dan   yang   akan   datang    -  QS. 15:24 (Al Hijr),
Dan sesungguhnya Kami mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kamu dan Kami mengetahui orang-orang yang kemudian.

Penciptaan Manusia Sebagai Sang Khalif di Bumi, Diikuti Pernyataan Keheranan Para Malaikat
(reaksi seolah seperti pernah menyaksikan polah tingkah manusia sebelumnya, ungkapan kekhawatiran para malaikat   akan    datangnya    kembali    murka    Allah   pada    manusia    hingga   dibinasakannya)   - QS. 02:30 (Al Baqarah),
 
Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah padanya, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Adanya umat lain selain Nabi Adam a.s.
- QS. 3:33 (Aali ‘Imraan),
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran, melebihi segala umat.

Bagaimana penciptaan orang-orang terdahulu?
- QS. 04:01 (An-Nisaa’),
Hai sekalian manusia, bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari satu diri dan daripadanya Allah menciptakan pasangan (suami)-nya, dan berkembang dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu saling meminta (dengan menyebut nama)-Nya, dan peliharalah keluarga. Sesungguhnya Allah adalah sangat memperhatikanmu.

Sudah adakah orang-orang terdahulu?
- QS. 56:10 (Al Waaqi’ah),
Dan orang-orang terdahulu dari yang dahulu.

Kemanakah orang-orang terdahulu itu?
- QS. 54:49 (Al Qamar),
Sesungguhnya Kami menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan kadar.

QS. 54:50 (Al Qamar),

Dan tiadalah urusan Kami kecuali satu kalimat seperti sekejap mata.

Makhluk serupa manusia
QS. 54:51 (Al Qamar),
Dan sungguh telah Kami binasakan orang-orang yang serupa dengan kamu, maka apakah orang mau mengambil pelajaran?

QS. 20:128 (Thaahaa),

Maka apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat yang Kami binasakan sebelum mereka, mereka berjalan pada (bekas) tempat tinggal umat itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah sebagai tanda bagi orang yang mempunyai akal.

Allah menetapkan kehancuran umat dahulu dan terdahulu yang (walaupun) telah memiliki Peradaban Tinggi, Lebih Banyak dan Kuat.

QS. 50:36 (Qaaf),

Dan berapa banyak umat telah Kami binasakan sebelum mereka? Mereka lebih besar kekuatannya maka mereka telah menjelajahi negri-negri. Adakah tempat lari?

QS. 40:82 (Al Mu’min),

Maka apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu mereka perhatikan bagaimana akibat orang-orang yang sebelum mereka? Adakah mereka (umat terdahulu) lebih banyak dan lebih kuat dan bekas-bekasnya di bumi dari mereka? Maka tidak bergunalah bagi mereka apa-apa yang telah mereka usahakan.

Cuplikan Sumber literatur 3
Berdasar penyelusuran Genetika, diketahui Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), diperkirakan Adam “Manusia Modern”, hidup di bumi pada sekitar 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu.
Fakta ilmiah ini didukung, atas penemuan fosil manusia modern, di Sungai Omo Ethiopia yang berusia sekitar 195.000 tahun. Serta hasil penyelusuran Mitochondrial Eve, yang diperoleh hasil telah ada di bumi pada sekitar 200.000 tahun yang lalu.
Dalam ilmu geologi, masa 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu, di sebut sebagai Era Middle Pleistocene (126.000 sampai dengan 781.000 tahun yang lalu).
Beberapa Bantahan
1. Penyelusuran Genetika, baik Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), maupun Mitochondrial Eve, berdasarkan sampel manusia modern, yang hidup saat ini.
Sementara berdasarkan catatan sejarah, sangat banyak bangsa-bangsa yang pernah hidup di bumi, mengalami kepunahan.
Untuk salah satu contoh, saat terjadi Letusan Gunung Toba, manusia hampir diambang kepunahan. Dengan demikian, manusia yang ada sekarang, adalah keturunan dari segelintir manusia yang dahulu selamat dari bencana Letusan Gunung Toba.
Gunung Toba meletus diperkirakan terjadi pada 74.000 tahun yang lalu. Ada yang menduga letusan ini 20.000 kali lebih dahsyat dari Bom Atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Letusan Gunung Toba ini, menjadi letusan yang paling membunuh sepanjang masa, sehingga hanya menyisakan sekitar 30.000 orang yang selamat.
Hal ini memberi kita alasan, masa peradaban manusia, tentu akan jauh lebih lama, seandainya penyelusuran Genetika, juga memperhitungkan bangsa-bangsa yang telah punah.
2. Ditemukan benda-benda arkeologi, peninggalan umat manusia yang telah berumur jutaan tahun.
Peninggalan Arkeologi itu, antara lain :
- Jembatan Penyebrangan (Rama Bridge) yang dibikin pasukan kera, untuk Sri Rama, menyeberang ke Alengka, setelah di tes dengan kadar isotop sudah berumur 1.700.000 tahun.
- Penelitian oleh Richard Leicky, di tahun 1972, terhadap sedimen Pleistocene di daerah Old Govie Jourg (Kenya), yang memperoleh kesimpulan telah ada peradaban umat manusia pada sekitar 1,7 juta tahun yang lalu (Sumber : Para Penghuni Bumi, sebelum Kita, hal.17-18, tulisan Muhammad Isa Dawud).
Perkiraan masa hidup Nabi Adam
Ada yang memperkirakan, masa kehidupan Nabi Adam telah berumur milyaran tahun. Namun pendapat ini, tentu harus diselaraskan dengan keadaan bumi, berdasarkan penelitian para ilmuwan.
1. Menurut Ilmu Astronomi, Bumi mulai terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Dan Bumi berdasarkan pendapat para ilmuan, baru layak ditinggali makhluk hidup “mamalia” pada sekitar 70 juta tahun yang lalu. Dimana pada masa itu, oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup, sudah sangat bersahabat.
2. Berdasarkan informasi dari Al Qur’an, dimasa Nabi Adam telah ada teknologi pertanian dan peternakan. Hal tersebut tergambar melalui korban, dari anak-anak Nabi Adam yang bersengketa, yaitu berupa hasil-hasil pertanian dan peternakan.
Dan salah satu bentuk korban yang dipersembahkan adalah hewan mamalia jenis Qibas (Kambing), jadi bukan binatang purba seperti “dinosaurus” atau lainnya.
Berdasarkan temuan Fosil di wilayah Nevshir, hewan Kambing telah ada di bumi pada sekitar 8 juta-10 juta tahun yang lalu (Sumber : Harun Yahya)
3. Adanya pertanian dan peternakan di masa Nabi Adam, menunjukkan pada masa itu, disekitar padang arafah, yang merupakan tempat tinggal pertama umat manusia, merupakan wilayah yang subur.
Berdasarkan pendapat Profesor Alfred Kroner (seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany), ia menyatakan dataran Arab pernah menjadi daerah yang subur, di masa belahan bumi lain, mengalami Era Salju (Snow Age).
Dengan mengacu kepada dalil-dalil diatas, diperkirakan Nabi Adam hidup di bumi ada adalah pada sekitar masa Era Salju, yang terjadi antara 1,7 juta sampai 10 juta tahun yang lalu. Dan penelitian Geologi, menunjukkan Era Salju (Snow Age) terjadi pada sekitar 2,6 juta tahun yang lalu.
Apakah di masa 2,6 juta tahun yang lalu, adalah masa kehidupan Nabi Adam dan keluarganya ?
WaLlahu a’lamu bishshawab
Catatan :
1. Masa kehidupan Nabi Adam mungkin bisa lebih lampau lagi. Hal ini terkait dengan ditemukannya “kawasan Al Gharbia” yang berada di Uni Emirat Arab, yang dipekirakan pada masa 8 juta tahun yang lalu, merupakan daerah yang subur.
2. Di temukannya jejak kaki, yang diduga jejak kaki manusia, yang telah berumur sekitar 3,6 juta tahun, di Laetoli, Tanzania.
Pendapat Penulis :
“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad [47];38)
Walau ayat ini dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” dimaknain/ditafsirkan untuk tujuan lain tapi dapat pula kita melihat sejumlah makna-makna tersirat lainnya, Penulis percaya bahwa Al-quran dan hadist punya makna tersurat yang jelas dan sejumlah manka-makna tersirat yang kadang-kadang dapat kita pahami satu atau lebih makna tersirat itu, penulis juga percaya bahwa kadang makna-makna itu bisa menjadi 2 makna tujuan utama, yaitu menjelaskan keadaan ciri-ciri subjek secara nyata dan menjelaskan aliran kejadian/sejarah subjek atau simbol terhadap subjek atau objek berkenaan keadaan yang mirip subjek/pengganti kata, ambil contoh bila kita memaknai kata “ular” secara nyata adalah sejenis binatang melata, secara simbol adalah manusia yang bersifat licik (berbelok-belok) atau simbol lain tentang cerita keadaan waktu/kejadian yang berbelok-belok/berbelit-belit, atau bermakna simbol sebuah sungai yang berbelok-belok, sungai yang mirip kepala/badan ular untuk penyebutan suatu tempat. Dan kadang-kadang pemaknaan ini adalah percampuran dua makna dari yang tersebut diatas, seperti tempatnya di sungai yang berkelok-kelok yang hulunya terdapat bukit seperti kepala ular dan benar banyak ularnya disana.
Ini sering di jumpai dalam tafsir-tafsir sehingga kadang terdapat beberapa makna tafsir berbeda pada suatu pembahasan. Dan bisa jadi pendapat-pendapat tafsir dari yang makna-makna tersirat itu benar kesemuanya walaupun untuk memaknai waktu, kondisi/keadaan dan pemakaian yang berbeda.
Perlu ditambahkan bahwa Al-Quran --sesuai dengan kaidah bahasa Arab-- seringkali menggunakan bagian dari sesuatu untuk menunjuk keseluruhan bagian-bagiannya, seperti menggunakan kata sujud dalam arti shalat yang mencakup berdiri, rukuk, dan lain-lain. Al-Quran juga biasa menyebut sesuatu yang menggambarkan keseluruhan bagian-bagian, tetapi yang dimaksud hanyalah salah satu bagiannya seperti firman-Nya "mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinganya" (QS Al-Baqarah [2]: 19) dalam arti ujung jari-jari. Al-Quran terkadang menggunakan kata nafs dalam arti kalbu. Biasa juga menyebut tempat sesuatu tetapi yang dimaksud adalah isinya, seperti "tanyakanlah kampung" (QS Yusuf [12]: 82), yang dimaksud adalah penghuninya, demikian seterusnya.
Berdasarkan hal ini adalah bisa saja Allah SWT menciptakan makhluk yang serupa Manusia, Allien, Nisnas atau apapun namanya dengan alam semesta tersendiri (berbeda dengan alam semesta dimana manusia hidup) untuk mendukung kehidupan mereka, yang mempunyai Nabi-Nabi pembawa Risalah Agama dari kalangan mereka sendiri, mempunyai agama serupa konsep Islam yang mengesakan dan menyembah Allah SWT dan khusus ditujukan atau disebarkan untuk bangsa mereka sendiri. Dan itu mudah buat Allah SWT dengan IlmuNya yang maha luas, dan bisa pula penciptaan ini semasa atau terdahulu namun dengan alam semesta yang sama dimana manusia berada atau bahkan mendiami kawasan yang sama pula, bisa saja mereka dicampurkan atau dipisahkan dengan masing-masing tidak mampu terhubung atau berkomunikasi. Namun perlu pula di ingat bahwa alam semesta yang ada sekarang ini yang terdiri 7 tingkat langit dengan galaksi-galaksi didalamnya telah mendekati waktu punahnya atau dari “tiada menjadi ada dan kembali menjadi tiada”. “Kiamat” adalah makna yang menggambarkan kepunahan alam semesta yang ada sekarang ini yaitu yang ditempati manusia hari ini dan yang juga ditempati makhluk ciptaan Allah SWT yang serupa manusia/allien (tidak menyebut Nisnas karena bila ada, sementara ini diasumsikan telah punah dan diganti manusia) tentunya bila Allien dan Nisnas ini benar ada diciptakan dan dikehendaki Allah SWT hadirnya, kiamat akan menyebabkan semua peradaban yang tumbuh di alam semesta yang sama ini akan punah/berakhir dalam waktu yang sama.
Pertanyaannya : benarkah ada kehidupan peradaban sebelum manusia pertama (Nabi Adam as) diturunkan ke bumi ?
Para ahli arkeologi telah ada yang mengambil kesimpulan bahwa sebelum masa sejarah manusia atau boleh kita katakan sebelum masa nabi Adam as atau jauh sebelum 100.000 tahun yang lalu (arkeologi mengatakan peradaban manusia sejarah tertua diantara kurang dari 10.000 tahun yang lalu) telah ditemukan bukti-bukti yang dianggap sebagai bukti adanya peradaban sebelum masa manusia tersebut dan dianggap buatan manusia prasejarah yang tentu saja berbasis dari teori Evolusi Darwin, bahkan menurut mereka, bukti-bukti tersebut berumur hingga milyaran tahun yang lalu, seperti :

+  Reaktor Nuklir Prasejarah, dikatakan lebih canggih dari reaktor jaman sekarang
+  Jejak Alas Kaki Prasejarah, jejak yang menunjukkan adanya pemakaian sendal
+  Teleskop Prasejarah
+  Bola-bola Prasejarah – pemodelan planet-planet untuk ilmu astronomi
+  Jambangan Metalik Prasejarah, mirip buatan manusia jaman perunggu
+  Tengkorak Purba Berlubang bekas di Tembak, adakah sejenis pistol di jaman tersebut
+  Patahan Roda Gerigi dari Mesin yang terbuat dari logam seumur dengan fosil/batubara, dan memiliki teknologi lebih canggih dari teknologi logam sekarang dalam pembuatan dan hasil element-nya
Penulis tidak akan membahas rinci satu persatu bukti ini, silahkan anda mencari dan membaca sendiri di internet.
Kita ambil contoh “Tengkorak Purba Berlubang bekas di Tembak”, lobang pada tengkorak yang menembus kedua belahannya, mengisyaratkan bahwa tengkorak hanya akan berlubang dengan adanya tumbukkan benda kecil dengan sangat cepat, yang bila dilihat sebagai ciptaan manusia adalah peluru, bila di lihat sebagai buatan alam bisa diasumsikan tumbukkan kerikil/batu kecil yang terlempar atau tertiup karena sebab-sebab alam tertentu yang menghasilkan kecepatan serupa kecepatan pistol melepas peluru, sebab alam apa kah yang dapat melakukan serupa itu : mungkin jawabannya tiupan tornado/angin, muntahan partikel batuan gunung berapi, dsb. Dan yang unik adalah bahwa itu tertembak ke sebuah kepala (tengkorak), ini menyebabkan sebuah pertanyaan, ”apa dan siapa tengkorak itu? Bila ia tengkorak manusia murni berarti dalam sudut pandang islam, jaman nabi-nabi telah ada pada milyaran tahun lalu, padahal ilmuan umumnya mempercayai manusia sejarah berumur kurang dari 10.000-7.000 tahun lalu, bukan jaman manusia modern (yang dimulai dari nabi Adam as), hal ini mengasumsikan pendapat kedua, yaitu makhluk serupa manusia (Nisnas), namun bila ia mengikuti kaedah teori Darwin bahwa itulah tengkorak manusia prasejarah. Bila dikaitkan dengan penampakan Allien dan UFO yang banyak dipercaya oleh manusia di dunia yang sering terjadi, mungkinkah ini kerjaan Allien yang melakukan penelitian dan mengambil sample manusia sejarah dan memindahkannya ke jaman prasejarah hingga dianggap manusia prasejarah, ataukah bila kita merujuk ke ilmu saint tentang kemungkinan adanya kemampuan peralihan waktu, apakah ini campur tangan keajaiban alam dalam pemindahan waktu atau adanya unsur manusia modern dengan mesin waktunya yang melakukan penelitian atau pembunuhan.
Penulis mencoba memasukkan nama yang sesuai dengan pendapat umum agar dapat membedakan Manusia (Manusia Sejarah yang di mulai dari nabi Adam as), Allien (Nisnas dari luar angkasa) dan Nisnas (Makhluk lain dari Bumi) dan Manusia Prasejarah dalam teori Darwin (untuk saat ini penulis anggap sebagai nama lain dari Nisnas juga, namun penulis akan membuat asumsi baru menghadapin kerancuan ini dalam pembahasan khusus tentang Nisnas dan manusia prasejarah berdasarkan teori Darwin dan hubungannya dengan islam).
Dari petunjuk ini ada beberapa versi kesimpulan tentang kemungkinan mengapa ada peradaban pada periode jaman yang tidak diketahui ini yang diambil oleh penulis:
  1. Rekayasa kebohongan/hoax dari manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab
  2. Sejarah manusia yang dimulai dari nabi Adam as telah ada milyaran tahun lalu setua umur dari penemuan-penemuan artefak prasejarah tersebut, artefak ini dianggap adalah buatan manusia modern asli pada jaman tersebut. Kapan pun umur artefak tertua yang ditemukan itulah umur peradaban manusia di masa Periode Nabi-Nabi yang dimulai dari Adam as
  3. Menunjukkan adanya manusia prasejarah berdasar teori Darwin, manusia pra sejarah yang menyerupai kera berjalan sebelum akhirnya berevolusi sebagai manusia modern dan bahwa kebudayaan manusia prasejarah telah ada yang mencapai peradaban canggih
  4. Adanya peradaban lain yang hidup di bumi yang sejenis/serupa manusia (Nisnas) sebagai khalifah awal di Bumi namun telah dipunahkan kemudian diganti oleh kekhalifahan manusia (Adam as) sebagai khalifah di Bumi hingga kiamat, dan artefak prasejarah ini adalah hasil dari Nisnas tersebut.
  5. Adanya campur tangan Allien (sejenis/serupa manusia) yang hidup di luar angkasa dan pernah singgah di bumi yang melakukan serangkaian kegiatan hingga sekarang
  6. Keajaiban alam yang memiripkan hasil dari sesuatu kejadian alam dengan hasil peradaban manusia sekarang sehingga serupa dengan benda-benda/teknologi manusia sekarang, yang dimaksud untuk ini adalah untuk artefak yang ditemukan sebelum sejarah manusia ada (Nabi Adam as) dan kemudian adanya keajaiban alam lain yaitu oleh sebuah sebab adanya keajaiban alam berupa perpindahan waktu hingga buatan manusia tak sengaja ikut terbawa berpindah-pindah waktu termaksud ke waktu dimana manusia belum ada, dapatkah ini terjadi, sungguh Allah SWT Maha Berkehendak bila itu kehendakNya dan mampu melakukannya dengan mudah. asumsi ini juga akan berkenaan dengan asumsi salah satu cara turunnya nabi Isa as (Yesus) ke akhir jaman
  7. Perpindahan benda/artefak yang sengaja atau tidak disengaja yang dilakukan oleh manusia modern yang telah mempunyai teknologi mesin waktu, ini akan berkenaan dengan asumsi penulis pada periode Jaman Kiamat/Jaman peradaban Manusia Akhir yang tidak mengenal Islam, akan dijelaskan nanti pada pembahasan periode tersebut
 Dari 7 kesimpulan ini manakah yang mendekati kebenaran?