This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 24 Agustus 2013

AWAL BUDAYA MANUSIA


Marilah kita buka sebuah pernyataan, bahwa nabi Adam as pernah berada di surga, dan tidaklah surga itu hanya terdiri dari kawasan rindang dan bersungai saja, apakah surga tidak ada lapangan/stadion seperti stadion sepakbola, taman bermain seperti waltdisney atau sebagainya, bahkan surga sebenarnya memiliki isi yang dikatakan lebih dari apa yang dapat diakali/dipikirkan manusia, dalam riwayat nabi Adam as pula dijelaskan bahwa auratnya terbuka setelah memakan buah quldi yang berarti nabi Adam as telah mengenal pakaian sebelumnya, dan menempati istana, literatur mengatakan tempat tinggal di surga digambarkan sebagai istana dari emas, ini menjelaskan nabi Adam as pun sebelum turun kedunia mengenal pakaian dan tempat tinggal yang layak, bisa diartikan saat berada di bumi, manusia pertama telah memiliki peradaban atau pengetahuan tentang pakaian dan perumahan layak huni, tidak lah mereka akan menetap di sebuah lembah yang subur, mungkin kelak gua-gua adalah tempat pelarian dan persembunyian saja. juga dijelaskan bahwa peradaban pertama telah mengenal pertanian dan peternakan.
Abdullah bin Muhammad bercerita kepada kami bahwa, Abdur-Razaq bercerita kepada kami dari Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurayrah r.a, dari Rasulullah SAW bersabda: "Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta" (H.R Bukhari, 8:246).

Dari Abu Hurairah ra. dati Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta”. Kemudian Allah berfirman : “Pergilah, berilah salam kepada malaikat itu, dan dengarkan penghormatan keturunanmu”. Adam berkata : “Assalamu’alaikum (Semoga kesejahteraan tetap atasmu)”. Mereka menjawab : “Assalamu’alaika wa rahmatullah ( Semoga kesejahteraan dan Rahmat Allah atasmu) . Mereka menambah wa rahmatullah (dan rahmat Allah). Setiap orang yang masuk surga atas bentuk Adam. Penciptaan itu senantiasa berkurang hingga sekarang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

60 hasta = 2700 cm atau 27 meter
Dari hadist ini ada gambaran jelas bahwa manusia di masa peradaban pertama, memiliki postur tubuh yang tinggi, bila diperbandingkan dengan manusia modern sekarang ini, hal tersebut tentu juga menjadi gambaran tentang kekuatan jasmani/fisik manusia peradaban pertama ini lebih besar berlipat-lipat berbanding manusia modern, mungkin perbandingannya adalah penyesuaian perbandingan tinggi dari antara kedua jenis peradaban manusia dan apakah ini adalah hal yang disengaja oleh penciptaNya berhubungan dengan keadaan bumi pada waktu peradaban ini berada masih banyak dihuni oleh binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang berbadan besar, hal ini perlu di lihat lagi dari artefak-artefak peninggalan mereka, apakah beberapa kali lipat besarnya dari seharusnya besaran benda yang dimiliki dan dipakai manusia sekarang.

Umat islam di jaman sekarang sendiri mempunyai kepercayaan bahwa di jaman periode nabi-nabi yang datang silih berganti hingga mencapai ratusan orang tersebut, diturunkan ke bumi dengan maksud membawa risalah keagamaan dari Allah SWT, yang tentu saja dilengkapi kepada mereka oleh Allah SWT berupa pengajaran terhadap pengatahuan, ilmu, ajaran dan teknologi yang khusus dan sesuai untuk digunakan pada kaum-kaum yang mereka diutus, di samping itu pula di jaman tersebut, mereka di beri pula banyak kemampuan spritual, mukzizat dan karomah, bahkan orang-orang sholeh pengikut mereka pun ada yang diberi/memiliki kemampuan supernatural tersebut. Ambil contoh nabi Sulaiman as yang memiliki pasukan jin yang dapat memindahkan bangunan besar dari sebuah peradaban dalam sekejab mata, nabi Musa as yang dapat membelah laut dengan seijinNya, yang ilmuan sekarang membuktikan dengan saint, teori mereka yang bisa menjelaskan kejadian tersebut berdasarkan saint. Selain itu nabi-nabi ini juga membawa beberapa pengetahuan dasar dan teknik dasar dari pertanian, peternakan, ilmu bangunan, astronomi, dsb. yang semuanya bisa dikatakan menjadi cikal bakal ilmu modern. Terpikir oleh kita mengapa hal itu terjadi, mengapa teknologinya canggih, kadang dalam hal-hal tertentu secanggih teknologi sekarang, mungkin jawaban terbaik adalah kita dibuat terbengong-bengong dengan kemampuan tersebut, yang padahal kita tidak terpikirkan bahwa manusia dalam peradaban nabi terakhir ini hampir keseluruhan banyaknya mukzizat supernatural dihilangkan dari mereka termasuk juga pelemahan jasmani yang kemudian digantikan atau diberikan kepada mereka keluasan cara menggunakan akal dan pikiran, jadi disaat manusia-manusia peradaban sebelumnya menggunakan banyak mukzizat dan karomah dari manusia-manusia pilihan di bangsanya, manusia peradaban sekarang ini disuruh untuk lebih menggunakan kemampuan mereka melalui perkembangan akal dan pikiran, ini pula yang dilupakan banyak orang dan ilmuan hingga terkagum-kagumlah mereka dengan pencapaian peradaban lalu tersebut, walau sebenarnya para ilmuan sekarang tidak heran dengan hasil capaian seperti tersebut yang sekiranya mereka mampu. Hanya saja adalah keingintauan tentang “Kok bisa seperti itu?”.

Manusia modern sekarang butuh banyak tahun buat melakukan kemampuan-kemampuan tersebut seiring perkembangan akal pikiran dan teknologi mereka, sedang manusia peradaban lalu hanya butuh beberapa Superman dengan bawaan kemampuannya yang supernatural. Bila manusia modern berpikir dengan akalnya (karena mereka diberi kemampuan untuk lebih menggunakan akal dan pikiran lebih luas dengan mengurangi pemberian yang bersifat supernatural) seharusnya manusia peradaban lalu tidak akan bisa mencapai lingkup kecanggihan tertentu itu, dan itu benar jika saja peradaban lalu juga diharusnya melakukan dengan perkembangan akal dan pikiran mereka tanpa adanya kekuatan pendukung banyaknya kekuatan supernatural, karomah dan mukzizat jelas tidak akan bisa, bukti lainya adalah artefak dalam lingkup harian mereka terlihat sederhana. Tapi mengapa pada Periode lain dalam peradaban lalu ada ditemukan peradaban yang lebih maju dari peradaban lalu yang lebih muda dari peradaban lalu yang lebih awal ini, dimana ada artefak mereka yang  ditemukan itu terbuat dari logam-logam bahkan ada kisah tentang mereka yang memiliki pesawat dan senjata pemusnah massal lengkap dengan pembuktian reruntuhannya dan bekas-bekas peperangan nuklirnya, sebuah pertanyaan lain, mengapa ada perbedaan yang besar tersebut seakan ada rentetan peradaban manusia pertama sangat maju, kemudian dilanjutkan peradaban tengah yang menurun tidak sangat canggih dibanding peradaban awal tersebut dan akhirnya peradaban sekarang (terakhir) ini juga menuju kekecanggihan peradaban awal tersebut.

Gambar rajah Tembok Besi Zulkarnain di Fergana yang kini telah pun dikorek oleh bangsa Yakjuj dan Makjuj
Lihatlah kisah yang terdapat di dalam nash ini :
Zulkarnain menjawab: Saya tidak mengharapkan upah dari kamu. Nikmat dan pemberian Tuhanku adalah lebih berharga dari upah itu. Hanya kepadamu saya minta kaum pekerja dan alat-alatnya, besi, tembaga, arang batu dan kayu. Setelah semua itu terkumpul, Zulkarnain mulai bekerja dengan pertolongan para pekerja. Mula-mula dinyalakan api dengan kayu dan arang batu, diambilnya besi, lalu dihancurkannya dengan api itu. Kepada hancuran besi itu dituangkannya tembaga, sehingga menjadi satu dengan besi. Dengan bahan campuran inilah didirikannya dinding raksasa antara negeri yang meminta pertolongannya itu dengan negeri Yajuj dan Majuj, dinding besi raksasa yang tidak dapat ditembus dan dilubangi oleh sesiapa. Kepada bangsa itu Zulkarnain lalu berkata: Dinding ini adalah rahmat dari Tuhan kepadamu, hanya Tuhanlah yang dapat menembus dinding ini, bila dikehendakiNya. Zulkarnain adalah hamba Allah SWT yang diberi banyak ilmu, hikmah dan kekuasaan.
Kisah tersebut mungkin lebih cocok kepada Cyprus Agung dari pada Alexander Agung, keduanya adalah raja yang memiliki kekuasan besar pada peradaban lalu. Allah SWT memberi pengetahuan kepada Zulkarnain tentang cara membuat beton besi anti karat dan lebih kuat dari besi biasa, yang manusia modern jaman sekarang butuh banyak tahun buat mengembangkan besi ke pada besi anti karat. Entah zulkarnain diberi secara langsung oleh Allah SWT, atau belajar dari orang-orang suci lainnya saat pengembaraannya ke timur dan ke barat atau belajar dari negeri India atau bahkan dia pula yang memberi pengetahuan kepada orang India. Hal ini berhubungan tentang adanya sebuah batangan besi yang tertanam di India yang kandungan anti karatnya sangat-sangat bagus dan tahan lama sekali. Bagaimana sekiranya anda membuat tembok besi yang panjang terbentang antara dua gunung dan setinggi bukit, tentu teman-teman Anda sedunia akan geleng-geleng kepala tidak percaya, memikirkan bagaimana cara membawa besi tersebut, berapa banyak bahannya, alat dan cara membakarnya, mengambilnya sebanyak itu dari tambangnya tanpa alat berat, memisahkan besi dari batu yang melengket dari besinya, dsb. Bila manusia modern sekarang, butuh berapa banyak pasukan/pekerja yang harus melakukan hal tersebut bila tanpa kendaraan dan alat berat. Dan ini adalah hasil dari manusia peradaban tengah yang diberi ilmu dan hikmah dari Allah SWT yang notabene peradaban tengah ini adalah peradaban yang tidak terlalu canggih, lalu capaian kecanggihan yang bagaimana peradaban awal itu datang, yang kisahnya mencakup peradaban Altantis, Lemuria, dan kerajaan Sri Rama Kuno dengan kemampuan membuat pesawat terbang serupa UFO (ada di dalam kisah di kitab Weda yang mereka bertempur di dekat bulan) dan senjata pemusnah massal. Penulis mencoba mencari jawabannya juga di dalam nash, tidak hanya dari kisah-kisah di dalam Weda.
Kembali ke pembahasan awal kita, Bila nabi Adam as adalah Bapak pertama umat manusia dan tubuhnya sangat tinggi dibandingkan manusia modern, pertanyaan lainnya akan timbul, bila halnya demikian, seandainya nabi Adam as adalah orang yang berwajah Arab, bukankah orang-orang di dunia sekarang harusnya berwajah ke-Arab-Arab-an semuanya sebagai anak keturunan dari manusia pertama tersebut namun mengapa di belahan bumi, di belahan benua-benua terdapat banyak ragam ras manusia tidak hanya Arab tapi yang terbagi dalam beberapa kelompok besar, yaitu :
  • Ras Negroid (Kulit Hitam)
  • Ras Kaukasoid (Kulit Putih)
  • Ras Mongoloid (Kulit Kuning)
  • Ras Australoid (orang Dravida, orang Asia Tenggara “Asli”, orang Papua, dan orang Australia)
  • Ras Khoisan (orang Bushmen atau Hottentot dari Afrika Selatan)
  • Ras Wedda (orang pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan)
  • Ras Ainu (orang pulau Hokkaido di Jepang)
RAS KAUKASOID
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru. Anggota ras Kaukasoid biasa disebut “berkulit putih”, namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.
RAS MONGOLOID
Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.
Anggota ras Mongoloid biasa disebut “berkulit kuning”, namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.
RAS NEGROID
Ras Negroid adalah ras manusia yang terutama mendiami benua Afrika di sebelah selatan gurun Sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Eropa serta Timur Tengah.
Ciri khas utama anggota ras negroid ini ialah kulit yang berwarna hitam dan rambut keriting. Meski begitu anggota ras Khoisan dan ras Australoid, meski berkulit hitam dan berambut keriting tidaklah termasuk ras manusia ini.
RAS AUSTRALOID
Ras Australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia.
Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini.
Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan menjurus putih.
RAS KHOSIAN
Ras Khoisan adalah ras manusia yang mendiami daerah barat daya Afrika, terutama di Namibia, Botswana dan Afrika Selatan. Meski jumlah anggota ras ini tinggal beberapa ratus ribu, ras ini adalah ras yang sangat menarik sebab dianggap ras tertua atau cabang pertama yang berpisah dari ras utama manusia lainnya.
RAS CAMPURAN
MONGOLOID+KAUKASOID=MESTIS
KAUKASOID+NEGROID=MULLAT
NEGROID+MONGOLOID=ZAMBO
dan pula harusnya tinggi tubuh manusia-manusia modern adalah jauh lebih tinggi dari sekarang. Bila tidak ada jawabannya, teori Darwin manusia prasejarah dari kera ke manusia akan susah Anda gugurkan?
Penulis akan coba menjawan keseluruhan pertanyaan ini.

Cuplikan Sumber Literatur 8

# Epos Mahabarata,

Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal beribu tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa 30000-15000 tahun yang silam.

Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.



 3 Model Pesawat Purba dari kerajaan Rama Kuno yang memakai teknik anti gravitasi

Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air (perhatikan bahwa pesawatnya juga telah dapat mendarat di air bukan hanya di darat), lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.

Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus..wuuus.. disertai dengan debu pasir. Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.

Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.

Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.

Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!

Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?

Namun selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.

Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.

# Penelusuran fakta ilmiah,

Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki jaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.

Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami jaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).

Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, (bayangkan pesawat yang bisa mendarat di air) lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.

Yang membuat orang tidak habis pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?

Ada beberapa penelitian yang berusaha menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian yang menarik, antara lain adalah:

Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan yang pernah terjadi.

Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000 SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).

Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.


Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.

Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.

Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.

Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Bukti ilmiah peradaban Veda. Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil maupun artefak. Alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.

Dari berbagai belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.
Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.

Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.

Perang Bharatayuda. Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut:

* Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM

* Bhishma pulang ke dunia rohani sekitar 17 Januari 3066 SM

* Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM

* Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM

* Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM.

Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.

* Kota kuno Dvaraka. Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.

* Sungai Sarasvati. Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.

 

Jembatan Adam, juga disebut Rama Setu berarti "Jembatan Rama", adalah rantai batu kapur antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Menurut kepercayaan Hindu, jembatan ini dibangun oleh Rama, inkarnasi Dewa Wisnu, untuk menyelamatkan Sinta yang diculik ke Alengka oleh Rahwana, seperti yang ditulis dalam kisah Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu

Peta pertama yang menyebut daerah ini Jembatan Adam (Adam's bridge) dibuat oleh pembuat peta dari Inggris pada tahun 1804, merujuk kepada legenda Islam, yang menyatakan bahwa Nabi Adam menggunakan jembatan untuk mencapai Puncak Adam di Sri Lanka, dimana ia berdiri bertobat dengan satu kaki selama 1.000 tahun , meninggalkan tanda berupa lubang besar menyerupai tapak kaki. Baik puncak maupun jembatan diberi nama menurut legenda ini

Jembatan Alengka. Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.

Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.

Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon. 

(Reaktor Purba bisa terjadi secara alami dan bisa pula tidak)

Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia jaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.

Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.

Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.

Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi jaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke jaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

Lagi-lagi perang dan haus kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia jaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?

Saudaraku, sebagai manusia sekarang, jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu kita pun tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam sebagai upaya tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah dilakukan.

Dari hasil investigasi, banyak temuan berharga indikator kehidupan makhluk 15.000 tahun lalu. Selain tembikar, ada bongkahan batu besar yang diduga benteng dan dinding istana di Mahendra Jaro. Batuan dipenuhi ornamen indah, lonceng kuil dari tembaga, jangkar kapal, pot bunga dari keramik, serta uang emas dan tembaga. Penemuan logam ini memperlihatkan kepada kita, peradaban 30.000 – 15.000 tahun lalu sudah tinggi. Tak heran temuan ini mengindikasikan penggunaan pesawat seperti berbentuk UFO dan senjata pemusnah massal di perang itu. Dari penemuan-penemuan itu, Dr. Michael Creko membukukan laporan dalam 3 buku yang dicetak tahun 2006. Beberapa diantaranya ; Forbidden Archaelogis, The Hidden History of Human Race, dan Human Devolution, yang isinya menentang teori Darwin, tentang evolusi manusia. Dr. Rao dari hasil karyanya memperoleh penghargaan “The World Ship Trust Award” dari PBB atas penemuan siklus kehidupan manusia yang memutus teori Darwin. ( Dedi Riskomar/ PR, 1/10/2009 ).

PRA SEJARAH MANUSIA

  1. A. Nisnas dan Manusia Prasejarah berdasarkan teori Darwin dan hubungannya dengan islam
Cuplikan catatan dari sumber literatur 4
Kisah Nisnas
Sudah adakah orang-orang terdahulu? - QS. 56:10 (Al Waaqi’ah),
Dan orang-orang terdahulu dari yang dahulu.

Kemanakah orang-orang terdahulu itu? - QS. 54:49 (Al Qamar),
Sesungguhnya Kami menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan kadar.

QS. 54:51 (Al Qamar), Makhluk serupa manusia
Dan sungguh telah Kami binasakan orang-orang yang serupa dengan kamu, maka apakah orang mau mengambil pelajaran?
Apakah ayat-ayat ini bisa disimpulkan untuk bangsa Nisnas? Apakah bangsa Nisnas yang awal berada di bumi adalah bangsa serupa manusia atau serupa jin?
Mungkin akan terlintas dalam benak kita sebuah pertanyaan seperti: Mengapa iblis bisa sampai berbaur dengan kelompok malaikat? Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa dahulu, sejak tujuh ribu tahun sebelum diciptakannya manusia, ada dua rumpun makhluk. Mereka adalah jin dan nisnas. Ketika Allah SWT ingin menciptakan makhluk baru, Allah mengangkat tabir-tabir langit dan berfirman kepada para malaikat, ”lihatlah para penghuni bumi dari kalangan makhluk-Ku; lihatlah jin dan nisnas.”

Ketika para malaikat menyaksikan dosa-dosa yang tengah diperbuat jin dan nisnas, para malaikat pun terkejut dan menganggap mereka tak ubahnya seperti monster. Para malaikat berkata,”Wahai Tuhan Engkau Mahamulia lagi Mahakuasa. Mereka itu lemah, eksistensi mereka berlangsung dengan topangan rezeki dari-Mu, namun mereka durhaka kepada-Mu, dan Engkau tidak menghukum mereka. ”Allah SWT berkata, ”Aku akan menciptakan makhluk yang akan menggantikan mereka di muka bumi dan menampilkan dari keturunannya para nabi dan hamba salih maupun para imam yang lurus yang akan Aku tunjuk sebagai penerus di muka bumi. Akan Aku bersihkan bumi-Ku dari Nisnas dan akan Aku buang kau tiran dari kalangan jin yang durhaka, sedangkan (jin lainnnya) Ku-izinkan mereka untuk tinggal di udara dan di seluruh bumi, dan Aku ciptakan satu tabir yang memisahkan jin dan ciptaan-Ku.”1Kisah itu diriwayatkan oleh Ali bin Ibrahim (shahib Tafsir al-Qummi) yang sanadnya sampai pada Imam Baqir as menukil keterangan Amirul Mukminin. Kisah lengkapnya dapat anda baca di Konsep Tuhan, hal. 294 karya Yasin al-Jibouri

Dari beberapa riwayat dapat disimpulkan bahwa sepertinya iblis dahulu ditugaskan di bumi yang dihuni oleh jin dan nisnas itu. Kemudian sebagaimana yang dicatat oleh Sayid Ali bin Thawus, mengutip sebuah lembaran catatan Nabi Idris as bahwa iblis (yang pada saat itu mungkin masih dikenal dengan nama azazel), memohon kepada Allah agar diselamatkan dari mereka, mungkin karena dia sudah tidak tahan melihat kedurhakaan mereka itu dan meminta supaya dibolehkan berbaur dengan para malaikat. Allah pun mengabulkan permintaannya.

Berikut ini sebuah riwayat dari Ibn Abbas yang dapat memberikan sedikit lebih gambaran akan apa yang dikerjakan iblis sebelum dia durhaka dan menjadi pembangkang, “Yang terdahulu menghuni bumi adalah jin. Mereka menebarkan kerusakan di muka bumi, saling menumpahkan darah dan saling membunuh. Kemudian Allah mengutus iblis, disertai dengan sepasukan malaikat, untuk membinasakan mereka. Iblis dan para malaikat yang menyertainya berhasil menjalankan tugas. Para jin tersebut berhasil dibuang ke pulau-pulau di tengah lautan dan ke gunung-gunung. Kesuksesan ini membuat iblis jadi bangga diri dan angkuh. Iblis berkata,‘aku telah berhasil mengerjakan sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan oleh siapa pun.’ Allah menyadari perasaan iblis itu, namun para malaikat yang menyertainya tidak menyadari hal itu.

Dari jauh iblis sudah menampakkan rasa hasutnya, yaitu saat manusia masih dalam proses penciptaan. Sayidina Hasan meriwayatkan dari ayahnya Amirul Mukminin, beliau berkata,’Ketika Allah hendak menciptakan Adam, Ia memerintahkan JIbril supaya mengambil segenggam tanah dari sari bumi yang kemudian dicampur dengan air tawar dan air asin, lalu tersusunlah tabiat-tabiat (kecenderungan manusia), sebelum Dia meniupkan roh ke dalamnya. Jadi Adam diciptakan dari sari tanah dan ditempatkan (di langit) seperti gunung besar. Masa itu iblis masih menjadi penjaga langit kelima, dia masuk ke dalam mulut Adam, dan keluar dari anusnya, lalu dia pukul perut Adam sambil berkata,’untuk apa kamu diciptakan? Andaikan Dia memposisikanmu di atasku, maka aku takkan mematuhimu, adapun kalau Dia memposisikanmu di bawahku, maka aku akan membantumu.’ Tubuh Adam itu pun tinggal di surga selama seribu tahun sampai akhirnya ditiupkan roh ke dalamnya ’”.2

Riwayat serupa yaitu dari Rasulullah SAW saat beliau menjawab pertanyaan Abdullah bin Salam tentang bagaimana Allah menciptakan Adam. Beliau bersabda, “Kepala dan dahi Adam diciptakan dari tanah Ka’bah, dada dan punggungnya dari tanah Yerusalem, pahanya dari tanah Yaman, kakinya dari tanah Mesir dan tanah Hijaz, tangan kanannya dari timur bumi, dan tangan kirinya dari barat bumi. Kemudian Allah menempatkannya di pintu gerbang surga. Kapan pun sekelompok malaikat melewatinya, mereka terkagum dan terpesona melihat keindahan dan postur tubuhnya. Para malaikat itu belum pernah melihat sesuatu yang seperti itu atau bahkan sesuatu yang mendekati keindahannya. Ketika Iblis melewatinya, Iblis melihatnya. Dan Iblis bertanya,’Apa tujuan kamu diciptakan?’ Lalu Iblis memukulnya, namun Iblis menyaksikan bahwa itu berlubang. Maka Iblis masuk ke dalam masuk ke dalam lewat mulutnya, kemudian keluar lewat bagian lainnya. Lalu Iblis berkata kepada malaikat, ‘Ini adalah satu makhluk berlubang yang tak dapat berdiri, juga tak dapat mempertahankan keutuhannya.’ Kemidian Iblis bertanya kepada para malaikat, ’Misal saja sesuatu ini lebih dimuliakan ketimbang kalian, maka apa yang kalian lakukan? ’ Para malaikat berkata, ‘Kami akan menaati perintah Tuhan kami.’ Iblis pun kemudian berkata kepada diri sendiri, ‘Demi Allah! Jika sesuatu ini lebih dimuliakan daripada aku, aku akan menggugat dan menentangnya. Namun kalau aku lebih dimuliakan daripadanya, aku akan membinasakannya’”3

Catatan kecil :
1 Kisah itu diriwayatkan oleh Ali bin Ibrahim (shahib Tafsir al-Qummi) yang sanadnya sampai pada Imam Baqir as menukil keterangan Amirul Mukminin. Kisah lengkapnya dapat anda baca di Konsep Tuhan, hal. 294 karya Yasin al-Jibouri.
2 Bihar al-Anwar, jil. 60. hal. 198.
3 Yasin Jibouri, Konsep Tuhan, hal. 300.
Cuplikan catatan dari sumber literatur 5
Disebutkan dalam Kitab-kitab bahwa ada orde Mahluk yang menghuni dan menguasai Bumi sebelum Orde Manusia. Konon dikatakan bahwa mahluk tersebut adalah Bangsa Jin dan Bangsa Nisnas. Bangsa Nisnas adalah makhluk hidup pertama di Bumi, mereka hidup satu masa dengan Jin, merekapun hidup satu masa dengan Dinosaurus, apabila anda sering baca-baca pasti anda bisa menemukan hal-hal yang ganjil pada jaman Dinosaurus, hanya ada satu manuskrip di dunia yang sedikit mengupas tentang hal ini, manuskrip ini sekarang tersimpan di suatu chapel di Swedia.
Bangsa Nisnas adalah bangsa yang besar yang musnah jauh sebelum Nabi Adam A.S. diturunkan ke Bumi. Bangsa Nisnas dipercaya hidup jauh di utara Bumi Dekat dengan Kutub Utara. Salah satu kota tempat terdapatnya peninggalan Bangsa Nisnas ini adalah Sbetzbergen, di kota inilah banyak terdapat peninggalan dari bangsa yang telah musnah ini, seperti lukisan-lukisan manusia bersayap ataupun mahluk setengah hewan. Mungkin pada jaman tersebut mahluk-mahluk setengah hewan memang eksis di Bumi ini, bahkan mungkin setelah Bangsa ini musnah sisa-sisa dari mereka yang bertahan dianggap dewa oleh orde manusia. Tak heran di berbagai penjuru dunia kita dapat menemukan berbagai artefak atau lukisan manusia setengah binatang bahkan di Indonesia sendiri terdapat artefak manusia setengah binatang seperti manusia Garuda.
Di salah satu candi di Jawa Tengah (berbentuk badan manusia dengan sayap dan kepala burung), sama dengan di Mesir dalam lukisan di dalam Pyramid (berbadan manusia berkepala burung). Atau mungkin mitologi dan legenda dahulunya adalah memang kenyataan, seperti Mitologi yunani yang banyak menyebut dan menggambarkan manusia setengah Hewan, atau legenda dari tanah Jawa yang menceritakan manusia setengah hewan (badan manusia kepalanya Anjing yang lazim di sebut Aul), hampir sama dengan Anubis dalam kepercayaan Mesir Kuno.
Sbetzbergen sendiri terletak dekat sekali dgn lingkar kutub, disana matahari hanya bersinar sekitar setengah bulan saja dalam satu tahun, jadi selebihnya gelap gulita, kegelapan tersebut hanya diterangi oleh Aurora Borealis. Banyak sekali peninggalan masa lalu yang tidak terlacak disana. Peninggalan-peninggalan masa lalu sebelum manusia menguasai Bumi. Konon dikisahkan bahwa Bangsa Nisnas ini adalah bangsa yang sangat maju. Bangsa Nisnas ini di berikan kemampuan luar biasa, akal dan pikiran mereka jauh melampaui manusia saat ini, satu kelebihan mereka yang sangat luar biasa yaitu mereka mempunyai kemampuan telepati yang sangat hebat, teknologi mereka sangat maju lebih dari teknologi pada saat ini, mereka telah membangun kota-kota yang sangat mengah dengan segala teknologi canggih dan tata kota yang sempurna.
Bangsa Nisnas mempunyai postur yang jauh lebih tinggi dari Manusia saat ini, tak heran kuil-kuil dan bangunan yang dibangun oleh mereka begitu besar dan megah. Ras mereka dibagi menjadi beberapa, ada yang sangat mirip dengan manusia namun memiliki sayap, ada yang berbadan manusia berkepala binatang ataupun sebaliknya. Karena kecongkakan, ego dan nafsu, mereka saling berperang antar sesamanya hingga akhirnya bangsa ini dihancurkan oleh Azazel (Azaziel) atas Perintah-Nya, dikarenakan mereka telah lupa atas tugas yang telah diberikan oleh-Nya, hampir semuanya musnah dalam pertempuran dengan pasukan langit yang dipimpin Azazel (Azaziel) yang tersisa hanya sedikit dari mereka dan peninggalan mereka, itupun hanya diketahui oleh manusia-manusia tertentu saja, selain di Sbetzbergen peninggalan merekapun ada di Swedia dan suatu kawasan di Asia.
Dengan kecongkakan, ego dan nafsu mereka terus berperang dengan sesamanya demi memperebutkan wilayah dan kekuasaan, dengan kemampuan akal dan penguasaan teknologi yang luar biasa maju mereka mampu menciptakan segala persenjataan yg melampaui jamannya, mereka telah menciptakan apa yg kita sebut sebagai nuklir, pesawat terbang dan teknik pengolahan dan peleburan logam yang nyaris sempurna (teknik ini ternyata ditemukan kembali di Damascus yang terkenal dengan pedang-pedangnya yang mempunyai ketajaman luar biasa tetapi sayangnya teknik ini kembali musnah dan tidak ditemukan kembali), dengan kemampuan inilah mereka berperang menindas sesamanya dimana yang lemah adalah mangsa bagi yang kuat, bumi hancur lebur dibuatnya, mereka telah melupakan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi ini, karena itulah Allah mengutus ribuan Malaikat yang dipimpin oleh Azazel (Azaziel / sebelum dia diusir oleh-Nya, ret: yaitu iblis yang akan diusir dari surga ) dan ribuan burung-burung neraka (phoenix), melihat kedatangan para pasukan langit, mereka sangat panik, musnahlah segala kesombongan akan pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai, yang ada hanyalah rasa penyesalan atas perbuatan yang telah mereka lakukan, namun terlambat, pasukan langit telah datang dan siap menghancurkan mereka, singkat cerita mereka dimusnahkan dari muka bumi ini untuk digantikan oleh Khalifah yang baru yaitu Adam A.S.
Namun sebagian ada yang dapat Bertahan dan melarikan diri dari serangan tersebut dan mereka pun menyebar untuk membentuk koloni dan membangun peradaban mereka kembali. Sebagian dari mereka yang berwujud manusia setengah ikan melarikan diri ke palung-palung laut yang paling dalam, mereka inilah yang sering kita dengar sebagai putri/putra duyung mereka membangun peradaban mereka kembali di bawah laut dengan kota-kota yang tidak kalah canggihnya dengan kota mereka yang telah hancur sebelumya, sedangkan sebagian dari mereka yang bertubuh manusia setengah binatang dan mereka yang mempunyai bentuk seperti manusia tetapi memiliki sayap saling membantu untuk membangun peradaban baru, mereka berpencar dan berjanji untuk saling membantu dalam membangun peradaban baru, mereka yang mempunyai fisik mirip manusia dan bersayap membangun peradaban dan kota-kota yang sangat megah sekali selama ratusan tahun yang kita kenal sebagai Atlantis.
Sedangkan mereka yang berwujud manusia setengah binatang membangun apa yang kita sebut sebagai Lemuria (Mu), dan terjadilah perkimpoian diantara mereka yang melahirkan makhluk-makhluk jenius yang melampaui jamannya, mereka sudah dapat melakukan perjalanan antar Galaxy, mereka juga telah mampu menciptakan Satelit-satelit pengintai tetapi hanya satu yang tersisa hingga saat ini yang kita kenal sebagai Bulan dan merekapun menciptakan berbagai macam alat-alat perang yang sangat canggih, akan tetapi suasana damai tidak berlangsung lama, mereka kembali pada tabiat dasar mereka yaitu ingin menguasai dan menghancurkan, akhirnya terjadilah peperangan maha dahsyat yang melibatkan persenjataan super canggih yang mereka miliki, maka kembali hancurlah peradaban yang telah mereka bangun dengan susah payah karena ulah mereka sendiri.akhirnya mereka selamat melarikan diri ke planet-planet yang jauh, tapi sesekali mereka mengunjungi bumi tempat kelahiran mereka dahulu untuk menyebarkan pengetahuan yang mereka kuasai. merekalah yang mengajarkan Bangsa Mesir tulisan Hieroglyph, Pyramida, Ilmu-ilmu kedokteran. Mereka jugalah dalang dibalik perang Mahabharata, Nazca Line, Peradaban Inca, Cristal Skull, Vimanas, mereka jualah yang kini kini kita sebut sebgai UFO.
Pada jaman dahulu mereka mendapat panggilan Dewa dengan kendaraan yang mengeluarkan api /cahaya yang sangat terang yang sesungguhnya adalah kendaraan mereka. Mustahil seorang manusia biasa dapat membangun sesuatu yang rumit dan kompleks sama seperti pembangunan Pyramida atau Candi-candi, tidak mungkin manusia jaman dulu dapat membangunya tanpa ada campur tangan dari suatu makhluk yang mempunyai Itelegensia yang sangat tinggi, ini adalah salah satu contoh bahwa mereka masih ada dan mereka ingin Diketahui. Sebenarnya sudah pernah ditemukan dan sudah beberapa kali expedisi pergi untuk meneliti artefak-artefak peninggalan bangsa ini, reruntuhan pernah ditemukan oleh beberapa peneliti dari Swedia dan Norwegia, namun semakin mereka tahu semakin mereka bingung dibuatnya, akhirnya mereka ragu untuk meneruskan penelitian dan riset mereka, terlalu banyak hal-hal yang berbenturan dengan keyakinan karena semua yang mereka teliti dapat mengacaukan semua keyakinan dan teori-teori yang ada. Oleh karena itu mereka berpendapat lebih baik hal tersebut dibiarkan menjadi rahasia hingga waktu menjawabnya.
Al Qur'an Surah Al Hijr ayat 27 menjelaskan tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin:
"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (Al Hijr 15:27)
Menurut syariat Islam, manusia tidak diciptakan dibumi, tapi yang diturunkan dimuka bumi sebagai Manusia dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai Makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam "bukanlah Makhluk Pertama" dibumi, tetapi ia adalah "Manusia Pertama" dalam ajaran Agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi, itu yang menjadi kegusaran para Malaikat.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):
"Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?? Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya." (Al-Baqarah 30)
Cuplikan catatan dari sumber literatur 6
Kisah umat yang dikutuk
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS. Al-Baqarah: 65)
Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina.(QS. Al A'raf: 66)
Di dalam kitab tafisr Al Jami li Ahkamil Quran karya Al Qurthubi jilid 1 halaman 440, disebutkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata bahwa orang yang dikutuk menjadi kera dan babi itu tidak hidup kecuali tiga hari saja.
Dan telah jelas bahwa Allah SWT tidak mengubah manusia menjadi kera atau hewan lainnya lalu bisa beranak pinak.
Memang ada bangsa atau suatu kaum yang pernah dikutuk oleh Allah SWT menjadi kera. Keterangan tersebut sejelasnya disebutkan di dalam salah satu firman Allah SWT:
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS Al-Baqarah: 65)
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, “Jadilah kamu kera yang hina.” (SQ Al-A”raf: 166)
Dan benar bahwa mereka termasuk dari kalangan bangsa Yahudi, yang hidup di masa lalu, jauh sebelum masa hidupnya nabi Muhammad SAW. Namun para mufassir sepakat yang dikutuk menjadi kera bukanlah seluruh bangsa yahudi. Hanya sebagian dari mereka saja yang demikian.
Bahkan para mufassir mengatakan bahwa kejadian itu hanya menimpa penduduk suatu desa saja, yang hidup di tepi pantai, di mana mata mencaharian mereka adalah menangkap ikan di laut. Allah telah melarang mereka untuk menangkap ikan di hari Sabtu, karena hari itu adalah hari khusus untuk beribadah.
Namun mereka melanggarnya, karena sengaja Allah menguji mereka. Caranya, justru di hari Sabtu itulah ikan-ikan bermunculan dengan jumlah yang sangat banyak, tapi di selain hari Sabtu terlarang itu, ikan-ikan seolah lenyap dari laut.
Karena itulah sebagian dari penduduk desa itu melakukan kecurangan. Yaitu mereka memasang perangkap pada hari Jumat sore menjelang masuknya hari Sabtu. Pada hari Sabtu mereka tetap beribadah. Dan pada hari Minggu, perangkap-perangkap itu telah dipenuhi ikan. Cara yang mereka tempuh ini tetap dianggap sebuah pelanggaran juga. Dan oleh karenanya, mereka yang melakukannya dikutuk menjadi kera yang hina.
Keterangan ini semakin jelas kalau kita perhatikan ayat-ayat sebelumnya dari ayat tentang kutukan mereka menjadi kera.
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (QS Al-A”rah: 163)
Ayat ini jelas sekali menyebutkan bahwa yang dikutuk menjadi kera bukan semua bani Israel (Yahudi), melainkan sebagian di antara mereka saja. Namun umumnya bani Israel memang tahu kisah tentang ini, sehingga ayat ini meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk menanyakan kisah kutukan jadi kera kepada bani Israel.
Bahkan di ayat berikutnya, ada keterangan lebih jelas lagi bahwa tidak semua penduduknya desa itu ikut jadi kera. Sebab ada sebagian dari merka yang tetap masih taat tidak melanggar larangan hari Sabtu. Mereka yang tidak dikutuk jadi kera ini adalah yang memberikan peringatan kepada mereka yang melanggar larangan.
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al-”raf: 165)
Nama Desa Tersebut
Kalau kita buka kitab tafir, misalnya Al-Jami” li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi rahimahullah, disebutkan bahwa ada beberapa riwayat yang berbeda dalam menetapkan desa yang dimaksud. Menurut Ibnu Abbas ra., Ikrimah dan As-Suddi, nama desa itu adalah Aylah. Dalam riwayat lain menurut Ibnu Abbas juga, nama desa itu adalah Madyan. Terletak di antara Aylah dan At-Thuur.
Sedangkan menurut Az-Zuhri namanya adalah Thabariyah. Dan Qatadah serta Zaid bin Aslam mengatakan namanya adalah Maqnat, yang terlewat di pantai negeri Syam.
Ke Mana Kera-kera Itu?
Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang riwayat selanjutnya kera-kera itu. Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa setelah berubah menjadi kera, mereka pun mati begitu saja dan punah. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah dengan kekuasaan-Nya, mengembalikan lagi mereka ke wujud semula.
Tetapi yang jelas, kera-kera itu tidak berketurunan hingga sekarang ini. Dan yang pasti, tidak semua orang Yahudi dikutuk jadi kera. Sehingga sampai hari ini kita masih menemukan mereka berkeliaran sebagai bangsa laknatullah yang dimurkai, akibat ulah mereka. Bahkan sehari 17 kali kita meminta kepada Allah SWT agar diberi petunjuk ke jalan lurus, tidak seperti orang yahudi yang dimurkai Allah SWT.
Cuplikan sumber literatur 7
Manusia-manusia Raksasa dan Manusia-manusia kerdil
Abdullah bin Muhammad bercerita kepada kami bahwa, Abdur-Razaq bercerita kepada kami dari Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurayrah r.a, dari Rasulullah SAW bersabda: "Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta" (H.R Bukhari, 8:246).

Dari Abu Hurairah ra. dati Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta”. Kemudian Allah berfirman : “Pergilah, berilah salam kepada malaikat itu, dan dengarkan penghormatan keturunanmu”. Adam berkata : “Assalamu’alaikum (Semoga kesejahteraan tetap atasmu)”. Mereka menjawab : “Assalamu’alaika wa rahmatullah ( Semoga kesejahteraan dan Rahmat Allah atasmu) . Mereka menambah wa rahmatullah (dan rahmat Allah). Setiap orang yang masuk surga atas bentuk Adam. Penciptaan itu senantiasa berkurang hingga sekarang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Penulis : 60 hasta = 2700 cm atau 27 meter
Marion County, West Virginia adalah wilayah dimana telah banyak ditemukan beberapa kerangka manusia raksasa yang misterius. Penemuan-penemuan itu sudah berlangsung sejak abad 19. Diantaranya pada 1850, para pekerja yang membongkar dasar sebuah gudang bawah  tanah  di   Palatine   menemukan  lubang kuburan yang  berisi dua kerangka manusia yang berukuran besar. Lalu pada 1875, pekerja-pekerja yang membangun sebuah jembatan di Rivesville, sewaktu menggali suatu lapisan tanah liat padat menemukan tiga kerangka manusia raksasa. Kemudian pada 1882, seorang arkeolog bernama F. M. Fetty tanpa sengaja menjumpai sebuah gua, dimana di dalamnya terdapat kerangka manusia raksasa dalam posisi duduk, bersama beberapa artefak batu dan batu api yang berserakan di sekelilingnya. Dan pada 1883, di lokasi yang sama, James A. Faulkner juga menemukan kerangka manusia raksasa. Dr. Samuel Kramer dari Smithtown yang meneliti temuan tersebut menyatakan bahwa tingginya adalah lebih dari 2,44 meter. Tidak disebutkan, apakah kerangka tersebut berasal dari usia dewasa atau anak-anak. Di Glen Rose, Texas pada tahun 1930-an, ditemukan jejak-jejak kaki manusia berukuran besar yang beberapa diantaranya beriringan dan tumpang tindih dengan bekas jejak dinosaurus. Ukuran jejak terkecil adalah sepanjang 38,1 cm (diduga dibuat oleh manusia bertinggi badan 2,53 meter) dan terbesar adalah sepanjang 54,61 cm (diduga dibuat oleh manusia bertinggi badan 3,64 meter). Sedangkan di Alamogordo, New Mexico, juga ditemukan 13 jejak kaki berukuran besar, masing-masing berukuran panjang 55,88 cm. Jarak antar jejak kaki berkisar antara 1,22 meter s.d 1,52 meter. 
Manusia-manusia Kerdil (liliput)
Sejauh ini belum ditemukan bukti kuat tentang adanya Manusia kerdil (liliput). Ihwalnya pertama kali muncul dalam Catatan Taiping Guangji dari era Dinasti Sung (960 - 1279 M), bab 480 dan 482. Diantaranya berisi tentang orang-orang bertinggi badan 3 inci (7,62 cm) namun mampu berjalan dengan kecepatan tinggi hingga hampir seperti terbang. Mereka tinggal di sebuah komunitas negara bernama Heming, yang terletak di wilayah barat laut Lautan Xiuhai. Pada masa dinasti Wei (386 - 543 M), sembilan orang manusia kerdil bertinggi badan 6 inci telah terbawa hujan dan angin kencang hingga sampai ke pekarangan rumah penduduk bernama Wang Zichong. Lalu mumi manusia kerdil, yang diawetkan dengan lilin, pernah dimiliki oleh penduduk Tiongkok bernama Li Zhangwu. Sedangkan perkembangan terbaru (era modern) di Taman Nasional Merubetiri, Jember (Jawa Timur, INDONESIA), tim yang khusus dibentuk oleh pihak Taman Nasional untuk menanggapi reaksi masyarakat sekitar yang menyatakan pernah menyaksikan manusia-manusia kerdil berhasil menemukan jejak-jejak kaki kecil yang ukurannya tidak lebih besar dari korek api gas. [Ket. Gbr: Perbadingan jejak manusia kerdil dengan korek gas di TN Merubetiri, Jember, JAWA TIMUR].
 Sumber:
1.        ___. “A Historical Account of Tiny People in Ancient Chinese Records”. Minghui Int. August 29, 2002.
2.        Cain, David. Serpent Mound Mysteries: Giants in Our Midst?. 1998.
3.        ___. “Aktual: Misteri Manusia Kerdil di Balai Taman Nasional Merubetiri”. Majalah Kartini no. 2085 hal 124-127
Pendapat Penulis :
Apakah relasi/kaitannya antara cerita nisnas, umat yang dikutuk dan kisah tentang manusia raksaksa dan manusia kerdil dengan pembahasan kita “Nisnas dan Manusia Prasejarah berdasarkan teori Darwin dan hubungannya dengan islam”
Adakah kaitan bangsa Nisnas dengan ditemukannya reaktor nuklir purba dan ditemukannya bekas radioaktif dari perang nuklir dalam kisah mahabaratha di India, mengingat bangsa ini gemar melakukan huru hara dan kerusakan besar dan melakukan perang besar? Dalam sumber literatur 1 berkaitan kisah bangsa Nisnas, dikatakan bahwa Nisnas tidak berwujud serupa manusia, karena dalam riwayat/literatur yang ada memberi kesimpulan bahwa nisnas berasal dari golongan jin atau sebangsa dengan jenis jin, sedangkan sumber dari Quran dan Hadist jelas membedakan antara malaikat, jin dan manusia. Dimana manusia dan jin diciptakan untuk menyembahNya. Dan dimana jin adalah makhluk tidak tampak atau dighaibkan keberadaannya dari pengeliatan manusia, dengan kata lain dapatkah benda-benda peninggalan jin dapat dilihat secara fisik oleh kebanyakan dari manusia. Apakah tabir ini, penghalangan pengelihatan hanya pada satu sisi manusia saja, tidak berlaku terbalik juga penghalangan penglihatan dari bangsa jin ke manusia. Hal yang juga perlu diperhatikan bahwa apabila Nisnas yang diceritakan disini sebagai serupa manusia makhluk ciptaan Allah SWT yang lain dengan konsep kenabian dan konsep islam tersendiri yang menjadi khalifah awal di bumi sebelum khalifah manusia, mengapa dalam peninggalan budayanya tidak dihilangkan sama sekali dari bumi hingga bila hasil kebudayaan tersebut terlihat akanlah tercampur pemikiran konsep dari dua jenis peradaban serupa kenabian manusia dan dua konsep dari peradaban serupa islam. Pertanyaan lain yang timbul adalah bila Nisnas ini adalah bukan dari 7 periode sebelum periode Bapak pertama manusia, melainkan dari periode alam semesta sekarang ini, bukankah seharusnya mereka tidak punah dan harusnya tersisa nisnas-nisnas ini untuk mengalami kiamat alam semesta yang sama dengan manusia sekarang, lantas kemanakah gerangan mereka yang serupa manusia ini? Keluar planetkah? Atau telah tercampur gen mereka dengan manusia sekarang karena perkawinan dimana manusia sekarang hasil kaloborasi dua jenis serupa manusia ini?
Dan bila 7 periode alam semesta tersebut terpisah, tentu alam semesta mereka (nisnas-nisnas) dari tiap-tiap 7 periode ini telah mengalami kiamat pula terlebih dahulu, bukan dari bumi dan alam semesta ini, mereka harusnya punah secara keseluruhan. Karena tidak berada di periode alam semesta ke 8. Namun bila nisnas ini adalah nenek moyang bangsa jin sekarang tentunya mereka, bangsa nisnas tersebut akan merasakan kiamat yang sama pula diakhir jaman alam semesta ini dengan jenis derita yang sesuai buat mereka pula. Berarti nisnas yang punah adalah mirip kepunahan bangsa/suku dari peradaban manusia periode nabi-nabi dimana seperti kisah-kisah umat nabi-nabi terdahulu yang dimusnahkan, kemudian menyisakan bangsa-bangsa/suku-suku lainnya hingga sekarang yaitu jenis jin-jin sekarang. "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (Al Hijr 15:27). Bukankah di dalam literatur diatas ada disebutkan sisa bangsa jin dan nisnas sebelum masa manusia (nabi Adam as) yang dibuang ke gunung-gunung dan pulau-pulau di lautan diijinkan untuk tinggal di bumi dan di udara. Tidak tertutup kemungkinan bahwa nisnas terdahulu yang hidup di bumi sebelum beralih kekhalifahan manusia adalah bangsa jin juga.
Kisah mahabaratha sendiri adalah kitab dari agama hindu di tulis pada abad ke-4 SM, berarti dari periode nabi-nabi, risalah islam mengatakan bahwa 2 nabi terakhir adalah nabi Isa as dan nabi Muhammad SAW, yang diantaranya keduanya tidak ada nabi dan sesudah nabi Muhammad SAW adalah nabi palsu. Bila dihitung berarti masa sebelum 4 s/d 1 tahun sebelum masehi adalah masa dimana ratusan nabi-nabi silih berganti datang, hingga bukan mustahil pembawa agama hindu, pembawa agama budha, aristoteles, kong hu cu dan atau manusia-manusia terkenal lainnya sebelum awal tahun masehi adalah bisa jadi salah satunya sebenarnya ada yang menjadi nabi pula, yang dighaibkan dan tidak dikisahkan oleh Allah SWT di dalam nash dan yang hingga jaman sekarang ajarannya menyimpang jauh dari aslinya. Apakah kisah mahabaratha ini yang menceritakan kejadian tentang perang nuklir nyata atau hanya fiksi saja? Mengapa di India ditemukan sebuah kawasan yang tercemar radioaktif? Bila kitab ini adalah kumpulan tulisan dari umat-umat sebelumnya, tentu sebelumnya ada literatur dalam bentuk tulisan yang mereka lihat atau ada cerita dari mulut yang mereka dengar hingga dapat menuliskannya kembali kedalam kitab weda dalam kisah mahabaratha, bila demikian adanya kejadian dalam kitab tersebut adalah kejadian dalam periode nabi-nabi pula, bukan kejadian dalam periode tidak diketahui. Masih menyisahkan tanda tanya benarkah ada perang nuklir dalam periode nabi-nabi berdasarkan bekas radioaktif tersebut? Ataukah hanya kitab ramalan tentang masa depan yang tercampur epic lokal?

Teori Darwin
Bila Nisnas dan hasil peradabannya dikaitkan sebagai manusia prasejarah berdasarkan teori Darwin yang bisa diartikan Nisnas di periode tidak diketahui ini adalah Nisnas dari jenis serupa manusia namun juga berwajah dan berbadan serupa kera, maka kita mendapatkan pertanyaan baru adakah teori Darwin itu sebuah kebenaran?, maka penulis bercoba mengasumsikan berdasarkan pada nash, dimana ada menjelaskan riwayat tentang adanya umat manusia yang di kutuk oleh Allah SWT yang menyerupai kera dan babi, bila diikuti lebih jauh umat yang dimaksud yang dikutuk ini salah satunya adalah umat dari bangsa yahudi, sementara umat yahudi yang kita tahu diantara 12 suku yahudi ada 10 suku yang hilang, mungkinkah salah satunya adalah dari suku-suku yang hilang ini dan yang lainnya akan menjadi cikal bakal yajuj dan majuj (ada literatur cendikiawan muslim yang memperkirakan yajuj dan majuj adalah keturunan bangsa yahudi yang hilang tersebut dan ini berkenaan pula pada peralihan periode diktator ke periode islam akhir jaman). Penulis ingin menjawabnya berdasarkan asumsi-asumsi yang ada dan apakah ini sesuatu yang sengaja disembunyikan oleh segelintir manusia, bahwa bilakah para arkeolog pernah mencari sisa-sisa peninggalan umat yang dikutuk ini, yang dulunya tinggal didekat kawasan pantai bernama desa Aylah atau desa Madyan, Terletak di antara Aylah dan At-Thuur yang berlatar belakang keahlian sebagai nelayan ini. Kemungkinan para arkeolog ini menemukan bagian kerangka manusia prasejarah mereka, manusia yang menyerupai kera dan sungguh gen manusia kera ini akan mendekati gen manusia modern. Asiknya lagi akan ditemukan hasil peradaban (artefak) mereka pula di sekitar daerah tersebut yang nanti dibilang artefak manusia prasejarah (kera berjalan) yang padahal adalah artefak saat mereka masih jadi manusia. Hanya 3 hari mereka menjadi kera dan mati. Sementara itu adakah arkeolog yang menemukan kerangka manusia yang menyerupai babi pula? Tentu akan membuat heboh bahwa seandainya ditemukan pula manusia prasejarah yang menyerupai babi, akan terasa susah urutan manusia prasejarah dari kera berjalan ke manusia modern dari teori Darwin menjelaskannya.
Di dalam literatur islam banyak yang menjelaskan umur umat tersebut setelah dikutuk lalu kemudian mati berlangsung selama 3 hari dan tidak sempat untuk menyebar ke kawasan-kawasan lainnya di dunia. Ini berarti timbul pertanyaan, arkeolog telah menemukan di beberapa kawasan dan benua berbeda tentang manusia prasejarah berdasarkan teori Darwin ini tentulah kerangka yang seharusnya berbeda-beda pula asal usulnya dan bilakah kerangka-kerangka yang diakui tersebut adalah umat yang dikutuk berarti akan menggugurkan nama manusia prasejarah karena pasti manusia prasejarah ini adalah bagian umat manusia sejarah dari periode Nabi-Nabi, berarti pula banyak hal menjadi tambah rancu pula. Namun bukankah umat yang dikutuk ini tidak sempat menyebar ke lain daerah atau bersembunyi ke kawasan baru atau tertutup yang tidak terjangkau manusia normal termasuk bersembunyi ke gua-gua dan atau memencilkan diri di pulau-pulau, karena malu dilihat manusia normal lainnya dan bukankah mereka hanyalah dari satu umat saja dan tentu dari satu massa (waktu) saja jadi tidak dapat menjelaskan kerangka-kerangka yang ditemukan dikawasan lainnya dan yang berbeda waktu pula hadirnya.
Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)
Seperti yang dijelaskan diawal tulisan bahwa makna tersirat bisa lebih dari satu, makna bagian dari ayat ini dapat pula bermakna “jenis pembalasan yang lebih mengerikan dibandingkan pembalasan untuk orang fasik/munafik atau juga salah satu jenis balasan dari orang yang berbuat fasik dan munafik dengan dikutuk menjadi serupa binatang entah sifatnya atau fisiknya atau kedua-duanya”, atau “manusia yang sifatnya dijadikan seperti sifat-sifat alam dari kera dan babi” atau pula “manusia yang di kutuk berfisik dan berwajah menyerupai kera dan babi” dan makna lainnya, bisa jadi semua benar, bisa pula salah satunya salah, bahkan bisa jadi mengandung makna lain pula yang benar. bila dikontekkan dengan manusia yang dikutuk berfisik dan berwajah menyerupai kera dan babi, dapat dimaknai secara tersirat pula makna bagian ayat ini pula “orang-orang yang lebih buruk pembalasannya”, “di antara mereka”,  “mereka lebih buruk tempatnya” dan “lebih sesat dari jalan yang lurus”. Makna lain yang terkandung adalah bahwa ada beberapa manusia, menyatakan jumlah (sebagian atau sebanyak orang-orang di dalam suatu suku atau beberapa kaum/suku/umat) yang dikutuk oleh Allah SWT, dimana ada yang diserupakan kera saja, diserupakan babi saja, atau diserupakan kedua-duanya. Orang-orang ini bertempat tinggal buruk (lebih sesat dari jalan yang lurus) dan susah ditemui dari tempat yang biasanya dilalui manusia umum, salah satu tempat persembunyian mereka itu adalah goa-goa, puncak-puncak gunung yang terjal dan hutan rimba yang tertutup. Apakah dapat bermakna seperti ini, namun penulis sarankan anda bertanya kepada ahlinya. (pemaknaan asalnya sebenarnya tentang balasan buruk buat orang-orang yang melebihi fasik dan munafik atau orang fasik dan munafik itu sendiri, pembalasan ini bukan hanya bisa di dapat di dunia dengan menjadikan mereka seperti kera dan babi dalam bentuk fisiknya juga atau pembalasan berupa menjadikan sifat/watak mereka juga akan bisa menjadi seperti watak kera dan babi dalam akhlaknya, sehingga bila demikian ditanamkam ke hati mereka agar condong menjadi menyembahan sesuatu hal di dunia dengan variannya yang bermacam-macam dalam kesyirikan, kesesatan ini akan sangat jauh dari kebenaran hakiki dan balasan di akhirat adalah tempat yang termasuk paling buruk/dalam di neraka). Penulis memberi dua makna, yang satu makna utama sedang yang lain adalah sekedar makna teks untuk salah satu petunjuk tersirat, penulis percaya bahwa makna teks dari nash meskipun itu terjemahan saja kadang dalam kenyataan adalah bisa menjadi sesuatu petunjuk fakta/kebenaran di lapangan juga, banyak contoh teks nash yang menyatakan fakta kejadian/peristiwa, sistem, metode, petunjuk tempat, dsb. secara teks di lapangan yang terbukti benar (tugas saint yang menterjemakan hal ini), penulis percaya satu ayat nash bisa dapat berdiri sendiri, juga dapat melengkapi dengan ayat sesudah dan sebelumnya, dan juga dapat saling mengisi dengan ayat, surat dan jus yang lainnya. Bukankah kandungan Quran itu semesta alam tentu makna-maknanya semesta alam pula.
Jadi pada periode nabi-nabi banyak kaum yang dimusnahkan dan banyak pula kaum yang di kutuk, namun hanya beberapa saja yang diceritakan di dalam nash sebagai contoh, pelajaran, hikmah dan perbandingan/acuan. Bila ini sebuah kebenaran maka tentu di beberapa kawasan lain akan di jumpai manusia yang dikutuk meyerupai kera tersebut dan ini terjadi di jaman manusia sejarah (periode nabi-nabi) bukan jaman prasejarah. Pertanyaan lainnya: mungkinkah jaman nabi Adam as adalah milyaran tahun yang lalu? Bila tidak apakah Tengkorak Purba Berlubang bekas di Tembak itu adalah kera asli dan pengaruh alam yang menyebabkan? Atau disebabkan nisnas allien, ataukah karena perpindahan waktu? Masih ingatkan Anda akan penemuan jembatan penyeberangan berusia 30-15 ribu tahun lalu yang di buat pasukan kera Hanoman yang di pimpin Sri Rama menuju ke Alengka, bila ini sebuah kebenaran sejarah, apakah pasukan kera ini adalah cucu-cicit salah satu umat yang di kutuk ataukah satu masa salah satu dari umat/bangsa yang dikutuk itu sendiri? Dari masa jauh sebelum atau sesudah bangsa yang dikutuk tersebut dan mengapa mereka bisa berkembang, tidak mati 3 hari kemudian setelah mengalami kutukan tersebut? Dan apakah gambaran pada peninggalan dari peradaban Mesir kuno, Manusia berwajah anjing juga merupakan gambaran dari individu-individu atau bangsa-bangsa/kaum-kaum yang di kutuk pula menyerupai anjing namun masih mempunyai kekuasaan dalam masyarakat peradaban manusia normal, demikian pula manusia dengan kemiripan binatang lainnya apakah hasil dari kutukan tersebut pula ataukah transformasi dari bangsa jin (Nisnas di bumi yang serupa jin) yang tersisa, benarkah bangsa jin (Nisnas di bumi yang serupa jin) menyerupai berwajah binatang.
Mengenai bangsa nisnas ini, penulis tidak  berani mengambil kesimpulan yang pasti berkenaan kaitannya dengan sudut pandang islam, karena literatur/riwayat ini, penulis tidak tau seberapa sahih, perlu reverensi dari sejarawan islam dan literatur buku-buku islam yang ada.  Tapi penulis akan mencoba menjawab dengan melanjutkan asumsi yang ada
Untuk menggugurkan teori Darwin terhadap evolusi kera ke manusia, hingga jelas bahwa kerangka-kerangka tersebut adalah kerangka manusai sejarah (periode nabi-nabi), Penulis menyarankan untuk bagian anda ahli arkeologi :
-  menyelidiki dan menemukan daerah dan peninggalan kaum yang dikutuk tersebut
-  meneliti gen mereka dan hubungannya dengan gen manusia sekarang, juga termasuk gen yang menghubungkan ke kaum yahudi, apakah ada kesinambungan
- mengambil acuan perbandingan gen untuk membedakannya dan menyamakan dengan kerangka serupa yang mirip kera (manusia prasejarah lain yang berbeda jenisnya), apa banyak perbedaan
- membandingkan dengan gen dari kera dan monyet asli, sebab bukan mustahil evolusi monyet dan kera asli telah terjadi jutaan/milyaran tahun lalu pula, dimana variannya ada yang sangat besar dari jaman sekarang, dan disalahartikan hingga dianggap dalam teori Darwin masuk sebagian dari evolusi kera ke manusia, padahal bukan rangka manusia melainkan rangka kera asli
- menemukan rangka manusia yang menyerupai babi